TERNATE, OT - Puluhan mahasiswa bersama keluarga korban perampokan, pemerkosaan dan pembunuhan Kiki Kumala yang tergabung dalam Aliansi Peduli.Kiki Kumala, Rabu (4/9/2019) kembali menggelar aksi.di depan kantor Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut).
Kedatangan Aliansi Peduli Kiki ke Ditreskrimum ini, untuk mempertanyakan tindakan penyidik Ditreskrimum Polda Malut yang telah melimpahkan berkas perkara kasus yang menghebohkan publik Malut itu, ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut.
Dalam penytaannya, Aliamsi Peduli Kiki Kumala menilai pelimpahan BAP kasus ini dari penyidik Polda Malut ke pihak Kejati, merupakan sebuah sikap gegabah dan terkesan "main main" atau tidak serius.
Mereka menilai, pihak penyidik mengabaikan sejumlah fakta yang terungkap pasca penemuan koper milik Kiki Kumala dan serta kesaksian sejumlah saksi yang yang melihat gerak gerik pelaku sebelum melakukan aksi kejahatannya.
Atas dasar tersebut, Aliansi Peduli Kiki mengecam tindakan penyidik Ditreskrimum Polda Malut atas pelimpahan BAP yang dinilai belum lengkap.
Selain itu, aliansi juga mendesak penyidik agar meminta keterangan saksi yang dihadirkan oleh pihak korban, meminta penyidik menyampaikan hasil otopsi, menuntut Kejati agar lebih teliti dalam memeriksa BAP serta menuntut pihak Kejati menjatuhi hukuman mati bagi pelaku.
Dalam aksinya, Aliansi Peduli Kiki Kumala mendesak, penyidik Ditreskrimum lebih serius menyikapi kasus pembunuhan Kiki Kumala serta meminta pihak Kejati menuntut hukuman mati bagi Ronal tersangka kasus pembunuhan Kiki Kumala.
Masa aksi juga mengancam, jika tuntutan ini tidak dipenuhi, maka Aliansi Peduli Kiki.bersama kekuarga Tahane Maluku Utara, akan memboikot seluruh aktifitas yang ada di Maluku Utara. (thy)









