Home / Indomalut / Halut
16 September 2020

Masyarakat Loloda Aksi Kecam Pernyataan Bupati Halut

Suasana aksi Protes Masyarakat Loloda di depan kantor bupati Halut

HALUT, OT - Setelah melaporkan Bupati Halmahera Utara (Halut), Frans Manery ke Polda Maluku Utara, masyarakat Loloda yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Loloda (SML) menggelar aksi di depan kantor Bupati Halut dan Mapolres Halut.
 
Aksi ini merupakan bentuk protes warga Loloda terhadap pernyataan orang nomor satu di Pemkab Halut itu, beberapa waktu lalu di Kecamatan Kao Barat dalam sebuah acara resmi.
 
Dalam orasinya, massa aksi mengecam pernyataan Bupati yang dinilai sangat menyedutkan dan diskriminasi terhadap masyarakat Loloda.
 
Koordinator Aksi, Rifaldo Djini menegaskan, pernyataan Bupati Halut, Frans Manery terlalu menyudutkan, mendiskriminasi, bahkan menghina harga diri kelompok lain dengan mengatakan "Kita (saya) me pande (pintar), Tara (tidak) bodoh sama dengan dorang (mereka)"
 
"Perkataan yang semacam ini, secara tidak langsung telah melecehkan, bahkan memandang rendah kualitas bahkan kemampuan pendidikan seseorang atau kelompok," koarnya.
 
Ironisnya, kata dia, pernyataan itu disampaikan seorang pemimpin dalam mengukur keberhasilan dalam membangun jalan trans Galela-Loloda.
 
"Kemudian mengancam pemerintah desa. Jikalau tidak pilih, maka jembatan tidak jadi. Ingat kades-kades saya sudah mendaftar," teriak Rifaldo mengutip pernyataan Frans Manery.
 
Sementara orator aksi yang lain, Maikel menyampaikan, masalah diskriminasi tidak bisa dibiarkan begitu saja, tapi perlu dikawal.
 
"Kita tidak bisa berdiam diri disini, harus kita terus berjuang," kata Maikel.
 
Selain berorasi di depan kantor Bupati mendesak Bupati segera mencabut pernyataannya dan meminta maaf secara terbuka, massa aksi juga melakukan orasi di depan Mapolres Halmahera Utara.
 
Di depan Mapolres, massa aksi mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pernyataan Bupati Frans Manery yang dinilai.telah melecehkan masyarakat Loloda.
 
Selain berorasi, massa aksi juga membuat laporan polisi atas masalah tersebut. 


Reporter: Donis Katengar