TERNATE, OT - Kota Ternate di Provinsi Maluku Utara akan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2026 mendatang.
Agenda nasional yang mengusung tema “Pusaka Ternate, Pusaka Dunia.” dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 dengan target menghadirkan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, yang juga ketua panitia pelaksanaan Rakernas JKPI tahun depan menyampaikan, tema JKPI 2026 selaras dengan semangat pelestarian pusaka yang juga diangkat pada peringatan Hari Jadi Ternate (HAJAT) ke-775.
Selain peserta dari luar daerah, Pemerintah Kota Ternate turut mengundang seluruh Kabupaten dan Kota di Maluku Utara, untuk berpartisipasi menampilkan tarian tradisional khas daerah.
Dia menyatakan, rencananya pameran UMKM tidak terpusat di satu lokasi, melainkan tersebar hingga ke kecamatan bahkan ke Pulau Hiri. Peserta juga akan diarahkan mengikuti rangkaian kegiatan di Pulau Hiri untuk mempromosikan destinasi wisata, seperti Gurabala (batu berlubang) dan potensi wisata lainnya.
"Peserta nantinya akan berkumpul di Benteng Oranje, dengan penampilan budaya yang dipusatkan di depan Kedaton Kesultanan Ternate,” kata Rizal, baru-baru ini di Ternate.
Orang nomor tiga di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu menambahkan, nuansa rempah akan langsung dirasakan peserta sejak tiba di Bandara Sultan Babullah Ternate.
Hotel-hotel juga akan menyajikan kopi rempah dan sirup pala sebagai branding Ternate Kota Rempah. “Mulai dari bandara, peserta sudah mencium aroma rempah. Ini menjadi kekuatan yang akan kami kemas secara rapi,” tukasnya.
Ternate, lanjut Sekd, menawarkan keunikan tersendiri dibanding kota penyelenggara JKPI sebelumnya, seperti Yogyakarta. Kekayaan sejarah, budaya, dan destinasi wisata di Ternate dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
"Ternate punya potensi besar untuk dikemas menjadi sumber pendapatan masyarakat. Destinasi seperti Foramadiahi, jika dikelola dengan baik, tidak hanya memberi manfaat bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat sekitar,” katanya.
Sekda memastikan, Rekernas JKPI 2026 akan melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari pelaku UMKM, ekonomi kreatif, hingga komunitas budaya.
"Kesultanan Ternate juga akan dilibatkan sebagai representasi utama budaya lokal. Mendorong pelaksanaan Simposium Pulau-Pulau Penghasil Rempah sebagai pembeda dari penyelenggaraan sebelumnya," terangnya.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat kesadaran kolektif dalam melestarikan budaya lokal sekaligus memberi dampak ekonomi yang luas. Kami berharap dukungan penuh seluruh stakeholder dan masyarakat,” tutupnya.
(fight)








