Home / Ekonomi / Bisnis

Jelang Nataru, TPID Kota Ternate Gelar Rakor

Tekan Inflasi. Tiga Daerah di Maluku Utara Diharapkan Mejaga Keseimbangan Harga Kebutuhan
02 Desember 2021
Wakil Wali Kota Ternate, Jasri Usman bersama unsur terkait lainnya memimpin Rakor TPID Kota Ternate

TERNATE, OT - Guna menekan lonjakan harga bahan kebutuhan pokok jelang natal 2021 dan tahun baru 2022 (nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate, menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan unsur terkait pada Kamis (2/12/2021) di lantai 3 kantor Wali Kota Ternate.

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Ternate, Jasri Usman itu, turut dihadiri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, serta unsur terkait lainnya, termasuk distributor bahan kebutuhan pokok di Ternate.

Rakor ini digelar guna memastikan ketersediaan bahan pangan dan kestabilan harga pangan di kota Ternate, sepanjang libur nataru dan pemberlakukan PPKM level 3 pada 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022 mendatang.

Rapat

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Ternate, Jasri Usman mengatakan, pertemuan ini sangat penting dan strategis karena menyangkut tugas dan fungsi pemerintah dałam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, serta mensejahterakan masyarakat.

"Ketiganya saling berkolerasi. Laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi inflasi juga tinggi tidak membawa dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Wawali.

Menurutnya, meski saat ini, bangsa Indonesia masih menghadapi ketidakpastian, namun perekonomian daerah semakin membaik, tetapi tetap pemerintah berkewajiban menjaga kewaspadaan.

Dikatakan Wawali, berdasarkan pantauan selama 5 tahun terakhir, pada setiap momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) inflasi Kota Ternate selalu menunjukkan kenaikan tak terkecuali di hari raya Natal yang umumnya terjadi peningkatan permintaan dan berpotensi memicu gejolak harga kebutuhan pokok di pasar.

"Fluktuasi harga yang terjadi tersebut umumnya disebabkan oleh keterbatasan pasokan dan permasalahan distribusi," katanya.

Menyikapi kondisi demikian, lanjut Wawali, pemerintah bersama unsur terkait lainnya perlu mencermati bersama ketersediaan komoditas utama penyumbang inflasi, agar tetap dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau pada fase menjelang nataru.

"Memasuki kuarter akhir tahun 2021, beberapa indikator perekonomian terkini menunjukkan adanya perbaikan dan indikasi pemulihan mulai terlihat. Kredit sudah mulai pulih seperti sebelum pandemi, ini artinya roda ekonomi sudah berjalan, sudah terjadi ekonomi recovery dan menuju economy rebound," terangnya.

Rakor

Orang nomor dua di jajaran Pemkot Ternate itu mengingatkan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan unsur pemerintah daerah sesuai dengan langkah yang diterapkan pada tingkat nasional untuk menjaga inflasi, diantaranya mengoptimalkan infrastruktur yang sudah dibangun dan membangun infrastruktur pendukungnya, menopang ekonomi di tiga daerah yakni Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Tidore Kepulauan, memanfaatkan teknologi informasi serta menjaga keseimbangan.

"Sisi pasokan produsen dan konsumen melalui implementasi "Strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif sebagai bagian untuk mendukung kestabilan inflasi," tutupnya.

 (tima)


Reporter: Gibran
Editor: Fadli

BERITA TERKAIT