Home / Ekonomi / Bisnis
24 Juni 2019

Harga Komoditi Cengkeh di Ternate Turun

Pala, Fuli dan Cokelat Masih Standar

Salah seorang petani cengkeh

TERNATE, OT - Harga komoditi cengkeh di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut) mengalami penurunan hingga mencapai hingga 30 persen.

Joni Litan salah satu pengusaha hasil bumi yang juga pemilik Modern Jaya saat berbincang dengan indotimur.com Senin (24/6/2019) di tempat kerjanya mengatakan, harga cengkeh kering sekarang menurun hingga Rp 65 ribu per kg.

"Harga sebelumnya per kilogram mencapai Rp 86 ribu, sekarang turun hingga Rp 65 ribu per kilogram," ucap Joni seraya menyebut, turunnya harga cengkeh semenjak dua pekan laku.

Joni mengatakan, semua komoditi, harganya masih standar, "yang turun drastis hanya cengkeh, tapi harga disini beda dengan toko yang lain, seperti Sinar Jaya, Putra Daerah dan lainya, selisih harga hanya 10 atau 20 persen saja," kata Joni.

Dia mengaku, tidak mengetahui secara pasti, alasan turunnya harga komoditi cengkeh, "kemungkinan anjloknya harga tersebut karena pengaruh dari pajak dan lainnya," aku Joni.

Dia berharap, pemerintah pusat melalui Menteri Perdagangan bersama-sama pemerintah daerah, bisa mengatasi turunnya harga cengkeh, sebab turunnya harga cengkeh ini, bukan hanya terjadi di Maluku Utara, tetapi terjadi secara nasional di seluruh Indonesia.

"Kami hanya pengusaha lokal, hanya ekspor sebatas Indonesia, kalau disini di ekspor ke Surabaya," pungkas Joni.

Hal senada juga disampaikan oleh Anton salah satu pedagang hasil bumi, cengkeh, pala dan coklat. 

Kepada indotimur.com, Anton mengaku, harga cengkeh sekarang turun hingga Rp, 65 ribu per kg, sedangkan pala yang utuh atau bagus per kilonya, dibeli dengan harga Rp, 20 ribu.

Sama dengan Joni, Anton juga tidak mengetahui alasan penurunan harga cengkeh di Maluku Utara, "kita hanya membeli lalu menjual hanya d seputaran Kota Ternate saja," ungkap Anton seraya berharap, pemerintah pusat.segera mengatasi anjoknya harga komoditi.

Sementara itu, data yang dikantongi indotimur.com menyebutkan, harga pala dengan kondisi utuh atau bagus, per kg, dibeli dengan harga Rp, 65 ribu, sedangkan pala dengan kwalitas tidak bagus atau pecah, dibeli.dengan harga, Rp, 25 ribu per kilonya, sementara fuli per kilo dibeli.dengam harga Rp 190 ribu.(MG_02)


Reporter: Munawir Suhardi