Home / Ekonomi / Bisnis

BPS Mencatat, Perkembangan NTP Malut Mei 2023 turun 0,70 persen

10 Juni 2023
Ilustrasi Perkembangan NTP Malut Juni 2023

TERNATE, OT- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara (Malut) melaporkan perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Mei 2023 sebesar 102,78 atau turun 0,70 persen.

Berdasarkan data resmi statistik No. 29/06/82 Th.XXII, yang diterima redaksi indotimur.com menyebutkan, dari beberapa indikator strategis yang dirilis oleh BPS Provinsi Malut pada 5 Juni 2023. 

NTP pada Mei 2023 sebesar 102,78 atau turun 0,70 persen. Indeks Konsumsi Rumah Tangga petani (IKRT) sebesar 116,60 atau naik sebesar 0,39 persen, serta Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Mei 2023 sebesar 105,08 atau turun 0,30 persen.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Aidil Adha menyatakan, NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan.

Menurutnya, NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi, sehingga jika semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

"Jadi, berdasarkan hasil pemantauan harga perdesa pada 7 (tujuh) Kabupaten di Provinsi Malut pada bulan Mei 2023, NTP Provinsi Malut mengalami penurunan sebesar 0,70 persen dibandingkan NTP April 2023, yaitu dari 103,50 menjadi 102,78," ujarnya.

Aidil menambahkan, pada Mei 2023, Nilai NTP Provinsi Malut sebesar 102,78 atau mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya (April 2023) sebesar 103,50. IKRT di Malut sebesar 116,60 persen pada bulan Mei 2023 atau mengalami kenaikan 0,39 persen dibanding IKRT bulan sebelumnya (April 2023) sebesar 116,15. Serta NTUP Provinsi Malut pada bulan Mei 2023 sebesar 105,08 dibanding NTUP bulan sebelumnya (April 2023) yang sebesar 105,40.

"Pada periode Mei 2021 hingga Mei 2023, NTP Malut bernilai di atas angka 100 yang berarti bahwa NTP mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun dasar," katanya.

Hal ini disebabkan oleh rata-rata harga yang diterima petani (harga hasil produksi pertanian) mengalami kenaikan yang lebih tinggi dari pada kenaikan rata-rata harga yang dibayarkan (harga barang modal dan barang yang dikonsumsi oleh petani) yang dibandingkan dengan tahun dasar. 

Lebih lanjut, kata Aidil, Penurunan NTP Mei 2023 disumbang oleh penurunan NTP pada 2 (dua) subsektor pertanian, yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,19 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,97 persen. 

Sementara 3 (tiga) subsektor lainnya mengalami kenaikan yaituu subsektor hortikultura sebesar 0,39 persen, subsektor peternakan sebesar 0,75 persen, danu sbsektor perikanan sebesar 0,54 persen.

 (mg_ot)


Reporter: Magang
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT