TERNATE, OT – Klub legendaris asal Maluku Utara, Persatuan Sepak Bola Indonesia Ternate (Persiter), siap kembali meramaikan panggung sepak bola nasional. Tim berjuluk "Laskar Kieraha" ini diproyeksikan bangkit merintis jalan menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Langkah kebangkitan ini mengemuka setelah Malut United FC—klub yang sempat berlaga di Liga 1 selama dua musim dan berkandang di Ternate—resmi dijual oleh pemiliknya ke Semarang, Jawa Tengah, serta berganti nama menjadi Jateng United FC.
Asosiasi Sepakbola Provinsi (Asprov) Maluku Utara, Aldhy Ali, menyampaikan rasa bangganya atas momentum kembalinya Persiter di tengah kekosongan klub profesional di Kota Ternate.
"Asosiasi Sepak Bola Provinsi (Asprov) PSSI Maluku Utara sangat bangga bakal bangkitnya Persiter pasca runtuhnya Malut United yang berkandang di Kota Ternate," ungkap Aldhy, Kamis (23/7/2026).
Untuk memulai tahapan tersebut, Persiter akan mengikuti mekanisme kompetisi dari kasta terbawah, yakni Liga 4, yang dijadwalkan bergulir pada awal tahun 2027.
Sebagai bentuk kesiapan, tahapan pembentukan tim akan dimulai dalam waktu dekat. Seleksi Pemain dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober 2026.
Tim Persiter Ternate akan menggunakan Stadion Gelora Kie Raha (GKR) Ternate sebagai home base Laskar Kie Raha sebagai venue pertandingan Liga 4 dan laga pendukung lainnya.
Persiter akan memulai kompetisi sebagai peserta Liga 4 yang diikuti oleh klub-klub lokal di wilayah Maluku Utara.
BACA JUGA : Era Baru Sepakbola di Maluku Utara, Persiter Ternate Come Back
Sementara itu, Sekretaris Umum Persiter, Dr Rizal Marsaoly, menjelaskan bahwa langkah teknis dan administratif telah dibahas bersama jajaran pengurus, para mantan pemain Persiter, serta dihadiri langsung oleh Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman.
Saat ini, kata Rizal, pihak pengurus sedang merampungkan pendaftaran badan hukum agar Persiter memiliki legalitas resmi dalam pembentukan struktur manajemen.
Terkait aspek finansial, Rizal menegaskan bahwa pembiayaan klub tidak akan membebankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pengelolaan finansial sepenuhnya akan diambil alih oleh pihak swasta, yakni PT Malut Maju Sejahtera (MMS). "Untuk pembiayaan klub bakal diambil alih oleh PT Malut Maju Sejahtera (MMS) karena regulasi mengatur biaya sepak bola tidak lagi diperbolehkan menggunakan APBD," jelas Rizal.
Dia menambahkan, PT MMS saat ini masih terikat Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Ternate terkait pengelolaan stadion Gelora Kie Raha yang sebelumnya digunakan Malut United.
Rencananya Gelora Kie Raha akan dialihkan ke Persiter, dan proses penyesuaian administrasinya sedang dirampungkan.
Seperti diketahui klub Malut United FC yang bermarkas sementara di stadion Gelora Kie Raha secara resmi telah bermohon ke PSSI dan I-League untuk berpindah markas ke stadion Jatidiri Semarang.
Selain berpindah home base, Malut United juga telah mengajukan pergantian nama klub dari Malut United menjadi Jateng United atau Java United.
(fight)








