Home / Berita / Nasional
27 Oktober 2018

Ada 1.000 Kasus HIV dan AIDS di Maluku Utara

Direktur LSM Rorano, Asghar Saleh

TERNATE, OT - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rorano mencatat, kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syindrome (AIDS) di wilayah Maluku Utara, sudah mencapai 1.000 kasus.

Direktur LSM Rurano Maluku Utara, Asghar Saleh kepada indotimur.com Sabtu (27/10/2018) mengatakan, sudah saatnya pola pikir masyarakat Maluku Utara tentang HIV/AIDS dirubah.

Kata dia, orang sudah tidak bisa lagi berpikir, kasus HIV/AIDS adalah urusan Dinas Kesehatan, tetapi masyarakat sudah harus mulai mengkampanyekan bahwa HIV/AIDS adalah urusan semua orang.

Hal ini, lanjutnya, karena pada data yang dikantongi LSM Rorano menyebutkan, penyebaran HIV/AIDS meliputi.semua strata sosial, mulai dari pejabat, pegawai negeri, petani, anggota TNI dan Polri bahkan hingga tukang ojeg, sehingga ini menjadi urusan semua orang.

Asghar menyatakan, sosialisasi dan kampanye tentang HIV/AIDS ini, lebih difokuskam pada ibu rumah tangga, sebab data yang tercover, pengidao HIV/AIDS, didominasi oleh ibu rumah tangga, "sehingga ini perlu dilakukan sosialisasi, edukasi, dan informasi sehingga ibu rumah tangga tidak mudah terinfeksi.

Dia menambahkan, di Kota Ternate, terutama kalangan ibu rumah tangga jika mempunyai pengetahuan yang cukup apa itu AIDS dan HIV dan bagaimana cara penularan serta cara mencegah mengobati dan siapa yang harus dihubunggi.

"Jika pengetahuan dasar ini sudah diketahui, maka akan bisa melindunggi diri, tidak melakukan hal-hal yang berisiko terinfeksi jika tidak dilakukan maka akan tidak ada penemuan kasus baru," katanya.

Namun minimnya pengetahuan yang terbatas hingga signifikan kepada masyarakat sangatlah besar, akibatnya bisa dianggap hal ini sebagai sesuatu yang perlu didiskusikan oleh orang kesehatan jika sudah terinfeksi dan sakit, barulah diobati.

Kata Asghar, berdasarkan hasil advokasi, ada dua hal yang perlu disosialisasikan kepada ibu rumah tangga soal pengatahuan yang baik tentang AIDS dan HIV, sehingga rutin melakukan pemeriksaan diri secara sukarela.

"Harus mempunyai keinginan yang sama tidak perlu menunggu himbauan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas hingga dengan stuasi yang ada ini maka harus secepatnya di cegah dan di periksa yang akan dilihat dari hasil pemeriksaan jika negatif, maka harus dijaga dengan baik namun positif maka ada dua hal yang akan dilakukan, yakni memastikan minum obat secara rutin terus menerus," ujarnya.

Asghar berharap, ibu rumah tangga di Kota Ternate, menjadi pelopor dalam keluarga untuk melakukan kampanye cara melawan HIV/AIDS di Kota Ternate dan Maluku Utara umumnya.

"Semoga ibui-ibu rumah tangga bisa menjadi leading keluarga yang bisa mengkampanyekan kepada keluarga dan lain sebagainya, agar bisa didiskusikan dan disampaikan cara melawan AIDS dan HIV karna sekarang sudah tersebar kasus ini sebanyak 1.000 temuan HIV yang tersebar di Maluku Utara  yang didominasi oleh ibu rumah tangga" pungkasnya. (red)


Reporter: Randy Basri