TERNATE, OT – Demam Piala Dunia 2026 mulai melanda Kota Ternate, Maluku Utara. Kurang dari dua pekan menjelang pembukaan turnamen sepak bola terakbar empat tahunan itu, penjualan pernak-pernik dan atribut tim nasional (timnas) kontestan mulai marak di sejumlah titik strategis kota.
Pusat keramaian penjualan pernak pernik piala dunia 2026 terlihat di sepanjang jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah.
Kawasan ini mendadak berubah menjadi lautan warna-warni jersi dan bendera dari berbagai negara peserta Piala Dunia.
Berdasarkan pantauan indotimur.com di lokasi, para pedagang musiman mulai memadati trotoar hingga sisi jalan raya dengan memajang berbagai aksesoris, mulai dari gantungan kunci, gelang, bando, bendera berbagai ukuran, hingga jersi tim sepak bola ternama.
Salah seorang pedagang kaos olahraga, Subhan, mengaku telah kebanjiran pesanan sejak dua minggu lalu. Penggemar sepak bola di Ternate mayoritas memburu atribut negara-negara dengan basis fans besar.
"Sejak dua minggu lalu sudah banyak yang pesan. Kebanyakan mereka mencari kaos timnas besar yang punya banyak pendukung di Ternate, seperti Jerman, Belanda, Inggris, Spanyol, dan Argentina atau Brazil," ujar Subhan.
Harga kaos timnas yang ditawarkan cukup bervariasi dan terjangkau bagi kantong masyarakat, untuk anak-anak para pedagang memberi harga Rp50 hingga 75 ribu per lembar sementara untuk orang dewasa berkisar antara Rp100 hingga Rp150 ribu per lembar, tergantung kualitas bahan dan ukuran.
Antusiasme warga Ternate yang tinggi terhadap sepak bola membawa berkah tersendiri bagi para pedagang. Keuntungan yang mereka peroleh melonjak drastis dibanding hari-hari biasa.
Berdasarkan pengakuan sejumlah pedagang di ruas jalan Pahlawan Revolusi, jika pada hari-hari biasa penjualan aksesoris klub lokal (Malut United) berkisar antara Rp100 hingga Rp200 ribu, jelang perhelatan piala dunia, para pedagang bisa meraup untung hingga Rp400 ribu per hari.
Hal senada diungkapkan Dewi, pedagang aksesoris lainnya di kawasan Gamalama. Dia menyebutkan permintaan pernak-pernik seperti bendera dan jersi terus meningkat sejak awal pekan.
"Pembeli sangat ramai, bahkan ada yang membeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali di daerah Tobelo, Bacan, Weda, Tidore hingga daerah-daerah lain di Maluku Utara. Keuntungan naik hingga dua kali lipat dari hari biasanya," kata Dewi, sembari menambahkan, semua produk yang dijual merupakan produk lokal buatan dalam negeri.
Kondisi ramainya transaksi di sepanjang jalan Pahlawan Revolusi ini diprediksi akan terus bertahan hingga turnamen resmi bergulir dan mencapai puncaknya pada babak final nanti.
Piala dunia tahun 2026, akan berlangsung dari tanggal 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen sepak bola terbesar di dunia ini akan diselenggarakan bersama oleh tiga negara tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
World Cup edisi ke-23 ini juga mencetak rekor baru dengan melakukan ekspansi jumlah peserta menjadi 48 tim nasional dan memainkan total 104 pertandingan di tiga negara berbeda.
(fight)












