Home / Ternate Andalan

Wali Kota ke Batang Dua, Serahkan Bantuan dan Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

06 April 2026

TERNATE, OT - Setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate mengunjungi warga pulau Batang Dua, kali ini giliran Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman bersama Ketua TP-PKK, Ny Hj Marliza M Tauhid.

Kunjungan Wali Kota bersama istri selain untuk menyalurkan bantuan tahap II untuk warga terdampak di pulau Batang Dua, Wali Kota juga mengunjungi kamp-kamp pengungungsian warga yang tersebat di Kelurahan Mayau, Lelewi, Perum Bersatu dan Kelurahan Bido di Kecamatan Pulau Batang Dua.

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Pemkot Ternate itu menggunakan kapal KN Pandu Dewanata milik Badan SAR Nasional (Basarnas).

Sebelum berangkat dari pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Wali Kota memberi arahan langsung kepada seluruh tim yang akan berangkat, termasuk personil TNI/Polri, BPBD, Baznas, Dinsos, Dinas PUPR dan BMKG.

Dalam arahannya, Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, mengatakan, setelah menggelar rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi bersama BNPB-RI, Pemerintah Kota Ternate telah menyampaikan perkembangan terakhir kondisi warga terdampak termasuk di Kecamatan Batang Dua.

Menurutnya, keberangkatan ke Batang Dua, memiliki dua agenda kemanusiaan, "yang pertama misi kemanusiaan, untuk membantu memberi bantuan logistik tahap dua kepada para pengungsi, kemudian kita juga akan melihat secara langsung kondisi warga di lokasi-lokasi pengungsian serta memastikan kondisi warga pasca gempa," ucap Wali Kota. 

"Ini tugas mulia, dan misi kemanusiaan semoga Tuhan yang maha Esa selalu melindungi kita dalam perjalanan sampai ke Batang Dua," ucap Wali Kota di dermaga Ahmad Yani Ternate.

Setelah tiba di Batang Dua, Wali Kota didampingi Ketua TP-PKK bersama sejumlah pimpinan OPD dan pihak terkait laimnya langsung menggelar apel yang diikuti para Lirah, ASN, relawan dan masyarakat di pulau Mayau. 

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan tentang pentingnya koordinasi lintas lembaga dalam menangani maayarakat terdampak bencana gempabumi 7,6 SR baru-baru ini.

Menurutnya, gempabumi dengan kekuatan 7,6 SR tidak hanya berdampak bagi warga Batang Dua, tetapi juga berdampak bagi masyarakat di Sulawesi Utara, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Selatan dan daerah lainnya.

"Namun berdasarkan catatan, Pulau Batang Dua menjadi daerah paling terdampak karena berada di dekat pusat gempa sehingga banyak rumah warga bahkan tempat ibadah yang rusak baik risak ringan, sedang sampai rusak berat," terang Wali Kota.

Menurutnya, bencana gempabumi merupakan ujian yang diberi Tuhan kepada ummatnya. "Bencana adalah ujian bagi kita, Ketika Tuhan berkehendak, kita tidak bisa menghindari tetapi alhmdulilah kesiapsiagaan warga Batang Dua perlu diapresiasi karena dapat minimalisasi atau bahkan tidak ada korban dalam musibah gempabumi," terangnya.

Wali Kota menambahkan, pasca gempabumi 7,6 SR pada pekan kemarin, Pemerintah Kota Ternate langsung membangun posko penanganan dan menetapkan status tanggap darurat selama 7 hingga 14 hari kedepan.

Wali Kota turut memberi apresiasi dan ucapan terima kasih kepada sejumlah pihak terutama TNI/Polri, para relawan, Baznas, BPBD, BNPB hingga Basarnas yang turut membantu dan mendukung upaya-upaya penanganan korban gempabumi yang saat ini masih menempati lokasi-lokasi pengungsian.

"Ini adalah kerja kolaborasi, saya atas nama Pemerintah Kota Ternate memberi apresiasi yang tinggi kepada pihak TNI/Polri, Baznas, relawan, Dinas Sosial dan BPBD, rekan-rekan media serta pihak lain yang tidak dapat saya sebut satu per satu," ungkapnya.

Dia berharap dengan membangun koordinasi dan kolaborasi, berbagai masalah yang dihadapi pasca bencana gempabumi dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat.

.

Usai memimpin apel di kantor Camat, Wali Kota Ternate didampingi Ketua TP-PKK, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Sosial, Kepala Pelaksana BPBD, pihak BMKG serta unsur terkait lainnya langsung mengunjungi belasan titik pengungsian yang tersebar di Kelurahan Lelewi, Mayau, Perum Bersatu dan Kelurahan Bido. 

Selain untuk memastikan kondisi warga yang berada di lokasi pengungsian, Wali Kota juga meninjau sejumlah rumah warga dan tempat ibadah yang rusak akibat gempabumi 7,6 SR.

"Kehadiran saya di sini, bersama OPD teknis dan pihak terkait lainnya, untuk memastikan warga Batang Dua yang masih berada di ketinggian atau tempat pengungsian tertangani dan mendapat bantuan pemerintah," kata Wali Kota saat bertemu warga Kelurahan Bido. 

Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu juga meminta Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Mayau untuk turut melakukan layanan kesehatan di tengah keterbatasan, "saya juga minta Dinas Kesehatan untuk terus memantau kondisi kesehatan warga terutama di lokasi-lokasi pengungsian," tegasnya. 

Wali Kota juga memastikan bantuan bagi warga yang masih berada di lokasi-lokasi pengungsian akan ditangani secara maksimal. "Bangun koordinasi secara intens, saling membantu dan tetap kuat menghadapi musibah ini, selalu bersabar," tukas Wali Kota seraya meminta aparatur Pemerintah Kecamatan maupun Kelurahan untuk memastikan kebutuhan warganya terpenuhi.

"Hari ini saya bersama rombongan juga membawa bantuan logistik dan kebutuhan lainnya yang paling mendesak, seperti popok bayi, lansia, ada juga family kit, susu bayi dan kebutuhan lainnya yang mendesak, mudah-mudahan Batang Duq cepat pulih, warga segera kembali ke rumah dan menjalankan aktifitas seperti biasa, kota doakan semoga bencana ini cepat berlalu," pungkas Wali Kota saat bertatap muka dengan warga Mayau di lokasi pengungsian.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT