TERNATE, OT — Pemerintah Kota Ternate terus memperkuat sinergi lintas sektor guna mematangkan program pemberdayaan masyarakat di wilayah kepulauan.
Langkah ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tahun 2026 yang diterjunkan di Kecamatan Pulau Hiri.
Guna memastikan program berjalan selaras, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, memfasilitasi pertemuan tatap muka antara pimpinan OPD teknis dan perwakilan mahasiswa KKN PPM UGM di ruang kerjanya pada Selasa, (30/6/2026).
Pertemuan tersebut berfokus pada penyelarasan dan integrasi program kerja mahasiswa dengan agenda prioritas pemerintah daerah yang menyasar empat kelurahan di Kecamatan Hiri.
Rizal menegaskan, integrasi ini sangat krusial agar seluruh program yang telah dirancang mahasiswa dapat didukung penuh oleh fasilitas pemerintah sehingga lebih efektif dan tepat sasaran di lapangan.
“Substansi dari pertemuan ini adalah bagaimana OPD bisa membantu dan mensupport program KKN PPM UGM 2026 pada empat kelurahan di Kecamatan Hiri,” ujar Rizal usai memimpin pertemuan.
Dia menjelaskan, rancangan program yang dibawa oleh mahasiswa UGM memiliki kesesuaian yang sangat erat dengan visi pembangunan Pemkot Ternate. Sektor-sektor tersebut meliputi pariwisata, pendidikan, pertanian, lingkungan hidup, hingga kesehatan.
Pasca-pertemuan di ruang Sekda, para mahasiswa langsung bergerak melakukan koordinasi teknis mendalam dengan masing-masing OPD untuk mematangkan eksekusi program.
Salah satu poin konkret yang mencuat dan menjadi perhatian serius adalah sektor pariwisata, khususnya pengembangan potensi bahari di Kelurahan Faudu.
Pemkot Ternate bersama mahasiswa KKN berkomitmen untuk mengaktifkan kembali fasilitas dive center (pusat selam) yang sempat pasif.
“Tadi ada penguatan untuk di Faudu, untuk mengaktifkan dive center. Menurut Kadis Pariwisata, dalam beberapa minggu ke depan akan mulai dihidupkan dan akan dilakukan peresmian untuk operasionalnya,” jelas Sekda.
Selain pariwisata, aspek kenyamanan dan keselamatan warga Hiri juga langsung direspons cepat oleh dinas terkait. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate berkomitmen untuk segera menindaklanjuti perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang selama ini mengalami gangguan di wilayah tersebut.
Tidak hanya fokus pada pemberdayaan ekonomi dan infrastruktur dasar, Pemkot Ternate juga menaruh perhatian besar pada aspek keselamatan lingkungan. Mengingat kondisi geografis wilayah, pemetaan titik rawan longsor di Pulau Hiri menjadi salah satu agenda penting.
Penanganan masalah ini nantinya akan dikoordinasikan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate dan BPBD Provinsi Maluku Utara untuk langkah antisipasi dan penanganan lebih lanjut.
Rizal menegaskan bahwa seluruh sinergi yang dibangun antara pemikiran akademis mahasiswa UGM dan eksekusi kebijakan dari OPD ini bermuara pada satu tujuan utama: meningkatkan pemberdayaan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Hiri secara berkelanjutan.
(fight)








