TERNATE, OT — Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia (Wamenkop RI), Farida Farichah, pada Kamis (16/7/2026).
Kunjungan ini dilakukan dalam rangka koordinasi dan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayah Maluku Utara khususnya di Kota Ternate.
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota itu, menjadi ruang diskusi strategis antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan kesiapan operasional koperasi yang ditargetkan menjadi pilar baru ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam koordinasi tersebut, Farida Farichah menyampaikan instruksi langsung dari Presiden RI agar KDKMP mengambil peran strategis di masyarakat.
Menurutnya, koperasi ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai unit usaha biasa, melainkan didorong menjadi distributor utama barang-barang subsidi pemerintah.
Langkah ini diharapkan dapat memangkas jalur distribusi sehingga harga barang bersubsidi lebih stabil dan tepat sasaran.
Beberapa komoditas yang akan disalurkan melalui KDKMP antara lain, Beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyak goreng subsidi (Minyakita), Gas Elpiji (LPG) subsidi serta Pupuk bersubsidi.
“Terutama SPHP, Minyakita, gas elpiji, pupuk, yang kemudian itu akan dikoordinasikan di Kementerian Koperasi. Hal ini bakal menjadi modal besar bagi KDKMP untuk mengembangkan bisnisnya,” tegas Farida.
Secara nasional, progres pembangunan fisik gerai KDKMP menunjukkan tren positif. Dari target yang ditetapkan, hampir 16.000 unit gerai telah selesai dibangun 100 persen.
Untuk wilayah Maluku Utara, saat ini terdapat total 12 KDKMP, di mana 2 di antaranya berada di Kota Ternate dan dinyatakan telah selesai dibangun. Seluruh koperasi yang telah siap ini akan diikutkan dalam rencana peresmian massal 30.000 KDKMP seluruh Indonesia yang dijadwalkan pada Agustus mendatang.
Farida menekankan bahwa kesuksesan program ini memerlukan kerja kolaboratif yang erat antara pemerintah pusat dan daerah.
“Tentu persiapan operasionalisasi ini tidak hanya selesai dari kami Kementerian Koperasi saja, tetapi juga berkat dukungan kepala daerah beserta dinas-dinas di kabupaten/kota maupun provinsi,” tambahnya.
Salah satu poin krusial dalam operasionalisasi KDKMP adalah penyerapan tenaga kerja. Wamenkop RI meminta agar manajemen dan staf yang mengelola gerai koperasi wajib direkrut dari pemuda-pemudi yang berdomisili di desa atau kelurahan setempat.
Strategi ini dirancang sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjawab tantangan Bonus Demografi 2030–2045.
Dengan memberdayakan SDM lokal, pemerataan lapangan kerja dapat terwujud secara nyata dari tingkat akar rumput. "Agar pemerataan lapangan pekerjaan ini tidak terpusat di satu atau dua daerah saja, tetapi merata di setiap desa dan kelurahan," papar Farida.

Merespons kunjungan tersebut, Wali Kota Ternate, Dr H M. Tauhid Soleman, menyambut baik arah kebijakan Kementerian Koperasi. Berdasarkan data Dinas Koperasi Kota Ternate dan Provinsi Maluku Utara, saat ini tercatat 78 Koperasi Merah Putih di Ternate telah mengantongi akta pendirian. Sebanyak 10 koperasi mulai berjalan, dan 2 di antaranya telah beroperasi penuh.
“Kita menunggu agar operasional koperasi ini bisa berjalan lebih cepat sehingga benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Tauhid.
Meski mendukung penuh, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu, turut memberikan catatan penting kepada pemerintah pusat, khususnya terkait kepastian status aset gerai koperasi.
Dia mengungkapkan bahwa beberapa gerai yang dibangun berdiri di atas lahan milik pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga instansi vertikal lainnya.
“Ini harus menjadi perhatian pemerintah pusat agar persoalan aset dapat segera diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan masalah hukum atau administrasi di kemudian hari,” ujar Tauhid mengingatkan.
Di akhir penyampaiannya, Wali Kota berharap KDKMP dapat menjadi muara bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di Ternate. Dia ingin koperasi ini berfungsi sebagai etalase dan pusat pemasaran utama agar produk UMKM dapat bersaing dan tumbuh lebih sehat.
(fight)








