TERNATE, OT - Pemerintah Kota Ternate bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ternate memperkuat komitmen peningkatan mutu pendidikan melalui pembekalan kecakapan digital bagi para tenaga pendidik.
Langkah strategis ini diwujudkan lewat pelaksanaan Workshop Transformasi Pembelajaran yang digelar di Aula Lantai 2 SDN 2 Kota Ternate, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 ini mengusung tema “Literasi dan Numerasi melalui Pembelajaran Digital yang Kreatif dan Bermakna untuk Mewujudkan Pendidikan Inklusif dan Bermutu di Kota Ternate”
Acara secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali, Sekretaris Dinas Pendidikan Gazali Kasim, Kepala SMPN 3 Kota Ternate, jajaran pengurus PGRI Kota Ternate serta para guru PAUD, SD dan SMP peserta Workshop.
Dalam keterangannya, Sekda Kota Ternate Dr Rizal Marsaoly menegaskan pentingnya adaptasi teknologi dan kolaborasi lintas sektor dalam merespons cepatnya arus informasi digital yang kini diakses oleh para siswa.
"Sekarang ini semua sudah berbasis digital, baik proses pembelajaran maupun aktivitas lainnya. Dinas Pendidikan dan PGRI harus berkolaborasi untuk menjawab tuntutan zaman ini. Penggunaan digitalisasi di sekolah harus terkontrol, berdampak positif, serta memiliki nilai edukasi guna mendukung hadirnya pendidikan yang inklusif dan bermutu," ujar Rizal.
Dikatakan Sekda, berbeda dengan wilayah lain di Maluku Utara yang kaya akan sumber daya mineral, fokus utama Kota Ternate adalah investasi Sumber Daya Manusia (SDM).
Investasi ini dipandang sebagai langkah jangka panjang yang berkelanjutan untuk menyiapkan Generasi Emas 2045.
"Menyiapkan Generasi Emas 2045 membutuhkan waktu sekitar 19 tahun dari sekarang. Kita harus mulai sejak dini agar arah pembangunan pendidikan tepat sasaran. Peningkatan kapasitas guru melalui workshop ini adalah fondasi penting agar kita benar-benar menghasilkan generasi yang unggul," tegasnya.
Orang nomor tiga di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu, juga mengajak pegiat literasi dan kalangan akademisi perguruan tinggi untuk terlibat aktif mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif, sehingga guru tidak tertinggal oleh pesatnya perkembangan teknologi.

Sementara itu, Ketua Bidang Workshop Nani Iriani Barmawi melaporkan, pelatihan ini melibatkan para Kepala Sekolah dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP se-Kota Ternate.
Tujuan utama workshop ini adalah meningkatkan kompetensi guru di bidang literasi dan numerasi dengan memanfaatkan teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI) secara bijak.
Di samping itu, workshop bertujuan memperkuat pemahaman kepala sekolah mengenai Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) agar pengelolaan pendidikan berlangsung secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Ternate Ridwan Ali menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Ternate harus berpijak pada perencanaan berbasis data dari Rapor Pendidikan.
"Rapor Pendidikan menjadi pedoman utama yang mencakup indikator literasi, numerasi, dan inklusivitas. Kepala sekolah dan guru wajib memanfaatkannya untuk mengevaluasi kekurangan dan melakukan perbaikan secara tepat. Peningkatan mutu pendidikan adalah visi-misi pimpinan daerah yang membutuhkan kerja sama tim yang solid serta dukungan penuh dari masyarakat," pungkas Ridwan.
(fight)

















