Home / Ternate Andalan

Kota Ternate Jadi Ikon di Hotel Borobudur, Pemkot Ternate Siapkan Skema

30 Maret 2026

TERNATE, OT - Pemerintah Kota Ternate menggelar rapat koordinasi teknis terkait program APEKSI Discovery bersama pihak Hotel Borobudur Jakarta secara daring di kantor Dinas Pariwisata Kota Ternate, Senin (30/3/2026).

Rapat ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly dan dihadiri para pimpinan OPD teknis beserta jajarannya.

Saat memberi keterangan usai rapat, Sekda Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly menyampaikan, program APEKSI Discovery merupakan bagian dari upaya promosi daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

Menurutnya, program APEKSI Discovery merupakan turunan dari penguatan city branding Ternate Kota Rempah, sekaligus momentum strategis untuk memperkenalkan potensi daerah ke pasar global.

“Ini menjadi momentum untuk mempromosikan Ternate di kancah internasional. Karena kita tahu tamu di Hotel Borobudur rata-rata berasal dari luar negeri,” kata Sekda kepada sejumlah wartawan usai memimpin rapat.

Dia menyatakan, program APEKSI Discovery merupakan kerja sama antara Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Hotel Borobudur, dengan pelaksanaan promosi selama kurang lebih 10 hari, mulai tanggal 21 hingga 31 Mei 2026.

Selama kurang lebih 10 hari, Kota Ternate bersama Kota Tidore Kepulauan akan menjadi icon di hotel Borobudur untuk mempromosikan berbagai potensi daerah.

Sekda mengkalim, kesiapan Pemkot Ternate saat ini telah mencapai sekitar 70 persen, terutama dari sisi kurasi produk UMKM yang akan ditampilkan, seperti batik, tenun, dan produk unggulan lainnya.

Selain itu, lanjut Sekda, sektor kuliner juga menjadi fokus promosi. Pemkot Ternate akan menghadirkan chef lokal untuk berkolaborasi dengan pihak hotel dalam menyajikan menu khas berbasis rempah.

“Selama masa promosi, akan disajikan makanan bernuansa rempah hasil kolaborasi Ternate, Tidore, dan Hotel Borobudur,” jelasnya.

Sekda juga menjelaskan, dalam kegiatan tersebut, masing-masing daerah difasilitasi lima booth pameran. Meski terbatas, dia memastikan produk yang ditampilkan telah melalui proses kurasi dan memiliki daya saing serta keunikan.

Orang nomor tiga di jajaran Pemerintah Kota Ternate menegaskan, kegiatan ini tidak berorientasi pada penjualan produk, melainkan sebagai sarana promosi untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung langsung ke Ternate.

“Ini bukan soal berapa produk terjual, tapi bagaimana menarik tamu untuk datang ke Ternate,” tegasnya.

Selain pameran, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan berbagai agenda, mulai dari podcast, promosi visual di kamar hotel, hingga pesta rakyat saat pembukaan pada 21 Mei yang melibatkan tamu hotel, media, dan influencer.

Sekda juga menambahkan, momentum ini akan dimanfaatkan untuk mempromosikan agenda nasional yang akan digelar di Ternate, yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) pada Agustus mendatang.

Dia turut menekankan, kolaborasi antara Ternate dan Tidore dalam program ini mencerminkan semangat “Sister City” untuk bersama-sama memajukan pariwisata dan ekonomi daerah Maluku Utara.

“Ini bukan soal bersaing, tapi bagaimana kita sama-sama maju dan berkembang dalam mempromosikan potensi daerah,” pungkasnya.

 (fight)


Reporter: Gibran

BERITA TERKAIT