Home / Sekadau

DPRD Sekadau Harap Pemerintah Beri Perhatian Anjloknya Harga TBS

30 Juni 2022
Herman A Bakar

KALBAR, OT - Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Herman A Bakar, mengaku prihatin dengan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang semakin anjlok. Bahkan, harga TBS petani swadaya hanya berkisar Rp 400-500 per kilogram.

"Dulu sebulan petani sawit bisa menerima sejumlah uang yang lumayan dengan harga TBS mencapai Rp 3.000 sekian per kilogram. Sekarang (TBS) anjlok Rp 1.000 sekian bahkan ada yang di bawah Rp 1.000 per kilogram," ungkap Herman, Rabu (29/06/2022). 

Kondisi itu semakin memprihatinkan. Sebab, kebutuhan semakin mahal ditambah lagi para petani sawit harus memikirkan biaya pupuk yang juga mahal serta biaya perawatan dan lain sebagainya.

"Kita berharap pemerintah, baik kabupaten, provinsi maupun pusat, tolong perhatikan permasalahan ini karena ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat," ucap Herman. 

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan, sebagian besar masyarakat Kabupaten Sekadau adalah petani kelapa sawit. Turunnya harga TBS tersebut tentunya berdampak pada perekonomian masyarakat. 

"Kita berharap para pemangku kepentingan, para pengambil kebijakan tolong perhatikan permasalahan ini. Ayo kita sama-sama bergandengan tangan, bahu-membahu mengatasi permasalahan ini," ujarnya.

"Jangan sampai kondisi ini (harga TBS semakin anjlok) membuat masyarakat frustrasi, membuat masyarakat kita yang pada akhirnya tidak percaya pada pemerintah," sambungnya. 

Legislator dapil Sekadau Hilir ini juga berharap, para petani bersabar dengan kondisi sekarang. Herman yakin pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap permasalahan tersebut. 

"Kita yakin bahwa pemerintah akan mencari solusi sebaik mungkin dalam rangka mengatasi harga TBS yang kian anjlok ini. Kepada petani sawit tetap jaga kualitas buahnya, kualitas panennya. Mungkin ini ada hikmahnya bagi kita semua. Mudah-mudahan harga TBS kembali normal lagi," tukasnya.

 (red)


Reporter: Heni Safitri
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT