Home / POLRI

Panen Melon Gambesi, Kapolda Malut Sebut Potensial untuk Sofifi

31 Mei 2026
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Arif Budiman saat meninjau sekaligus memanen buah melon di perkebunan Gambesi Ternate Selatan (istimewa)

TERNATE, OT - Hamparan kebun melon di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Maluku Utara, kembali memasuki masa panen. Pada panen kedelapan yang berlangsung Sabtu, (30/5/2026) sore, kebun melon milik petani muda Fandi Nasir Djohar mendapat kunjungan dari Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Arif Budiman bersama keluarga.

‎Kunjungan orang nomor satu di Polda Maluku Utara itu turut didampingi Manager Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Ternate, Giyanto. Mereka berkeliling kebun untuk melihat secara langsung proses budidaya hingga panen melon yang selama ini menjadi daya tarik wisata agro di kawasan tersebut.

‎Wisata petik melon di Gambesi dikenal sebagai salah satu destinasi edukasi pertanian yang diminati masyarakat. Selain dapat memetik buah langsung dari pohonnya, pengunjung juga memperoleh pengetahuan mengenai proses budidaya melon, mulai dari penanaman, perawatan hingga panen.

‎Dalam kunjungan tersebut, Brigjen Pol Arif Budiman mengaku terkesan dengan pengembangan pertanian yang dilakukan pengelola kebun.

Menurutnya, budidaya melon memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Sofifi sebagai bagian dari pemanfaatan lahan produktif sekaligus mendukung program ketahanan pangan.

‎"Saya sangat mengapresiasi keberadaan kebun melon ini. Luar biasa, dan saya berharap budidaya melon seperti ini dapat dikembangkan juga di Sofifi sebagai contoh pemanfaatan lahan yang ada di sekitar rumah dinas. Ini merupakan langkah yang sangat baik dan semoga dapat menjadi inspirasi bagi anggota Polri untuk terus berkreasi dan berinovasi," kata Arif Budiman.

‎Menurut dia, pemanfaatan lahan yang selama ini belum tergarap secara maksimal dapat menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

‎Kebun melon di Gambesi saat ini membudidayakan tujuh varietas melon impor dengan karakter rasa yang berbeda-beda. Varietas tersebut antara lain Lavender Jepang, The Blues asal Cina, Skidrow Ravio Farm, Sunny Ukraina, Mowgli Ravio Farm, Sweet Nett 8 asal Thailand dan Vietnam, serta Aprillia yang berasal dari Cina, Taiwan, dan Jepang.

‎Dalam satu kali masa panen, kebun tersebut mampu menghasilkan hingga satu ton buah melon. Seluruh hasil panen umumnya habis terjual langsung di lokasi karena tingginya minat masyarakat.

‎Pemilik kebun, Fandi Nasir Djohar, menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan Kapolda Maluku Utara bersama keluarga. Menurut dia, perhatian yang diberikan menjadi motivasi tersendiri bagi para petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian di daerah.

‎"Kami sangat berterima kasih karena Bapak Kapolda Maluku Utara bersama keluarga berkenan datang langsung melihat kebun melon ini. Kehadiran beliau menjadi penyemangat bagi para petani untuk terus berinovasi dan mengembangkan usaha pertanian. Jika pengembangan melon dilakukan di Sofifi, saya siap membantu dan berbagi pengalaman agar bisa berkembang dengan baik," ujar Fandi.

‎Dia mengatakan, tingginya permintaan pasar terhadap buah melon menjadi salah satu faktor yang membuat usaha tersebut terus berkembang. Setiap musim panen, kebun itu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar hingga ibu rumah tangga yang ingin merasakan pengalaman memetik buah langsung dari kebun.

‎Selain menjadi sarana rekreasi keluarga, wisata agro melon di Gambesi juga membuka peluang ekonomi bagi petani lokal. Fandi menyebut keuntungan yang diperoleh dalam setiap masa panen dapat mencapai puluhan juta rupiah.

‎Keberadaan kebun melon tersebut menjadi contoh pemanfaatan lahan produktif yang tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga menghadirkan ruang edukasi pertanian bagi masyarakat di Kota Ternate.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT