HALTENG, OT – Aparat keamanan bersama Pemerintah daerah bersama bergerak cepat meredam potensi eskalasi konflik sosial di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara. Langkah ini dilakukan pasca insiden yang menewaskan seorang warga dan memicu ketegangan antarwarga.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara Brigjen Pol. Stephen M. Napiun turun langsung ke lokasi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sabtu (4/4/2026). Mereka mengawal proses pemakaman korban di Desa Sibenpopo sekaligus melakukan langkah mitigasi di Desa Banemo.
Dalam rombongan tersebut turut hadir Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, serta Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji. Sejumlah pejabat TNI-Polri dan OPD juga ikut dalam pengamanan dan pendekatan kepada masyarakat.
Pengamanan ketat dilakukan selama proses pemakaman guna mengantisipasi potensi aksi spontanitas massa. Aparat gabungan TNI-Polri disiagakan untuk memastikan situasi tetap kondusif dan memberikan rasa aman kepada keluarga korban.
Usai prosesi pemakaman, rombongan langsung bergerak ke Desa Banemo. Di sana, mereka meninjau dampak kebakaran rumah warga di Desa Sibenpopo serta melakukan dialog dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, para pimpinan daerah menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan menghindari aksi balasan.
Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji menegaskan bahwa kehadiran Forkopimda merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan konflik. Ia juga meminta masyarakat menyerahkan senjata tajam maupun senjata rakitan untuk dimusnahkan.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe mengajak masyarakat untuk saling memaafkan dalam semangat pasca-Idulfitri. Ia juga menyatakan dukungan penuh kepada kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut hingga tuntas.
Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mengusut pelaku secara maksimal. Ia juga mengimbau masyarakat tidak terprovokasi informasi hoaks yang dapat memperkeruh suasana.
“Peristiwa ini murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin. Ia menyampaikan duka cita dan berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi. TNI, kata dia, siap mendukung penuh Polri dalam menjaga keamanan wilayah.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah akan segera mempertemukan perwakilan warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo. Forum mediasi ini diharapkan menjadi solusi untuk meredam ketegangan dan mencegah konflik susulan.
Dengan sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah, situasi di Halmahera Tengah diharapkan segera kembali kondusif.
(ier)


















