KAPUAS HULU, OT - Harga Pertalite di sejumlah kios/pengecer di Kabupaten Kapuas Hulu masih dikeluhkan warga. Harganya disebut berkisar Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per liter, bahkan ada yang menjual dengan harga Rp20 ribu per liter.
Harga tersebut melebihi ketentuan Surat Edaran Bupati Kapuas Hulu yang menetapkan harga jual Pertalite di tingkat kios maksimal Rp15 ribu per liter. Sementara harga di SPBU dan APMS sekitar Rp10 ribu per liter.
Warga Putussibau, Usman, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pengawasan distribusi Pertalite bersubsidi masih perlu diperketat.
“Saya masih lihat harga minyak Pertalite di tingkat kios berkisar Rp16-18 ribu per liter. Harga sesuai dengan surat edaran Bupati tidak banyak,” ujarnya, Rabu (16/9/2026).
Keluhan serupa disampaikan warga Kecamatan Kalis, Agus Salim. Dia menyebut harga Pertalite di sejumlah kios mencapai Rp16 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
Agus turut menyoroti antrean panjang di SPBU dan APMS yang menurutnya banyak diisi pembeli untuk dijual kembali.
Sebelumnya, Satgas Pengawasan dan Pengendalian BBM Kabupaten Kapuas Hulu telah melakukan monitoring terhadap kios penjual Pertalite di Putussibau. Dalam pengawasan itu masih ditemukan kios yang menjual di atas harga ketentuan.
Pemkab Kapuas Hulu menyebut sanksi terhadap pelanggaran distribusi BBM merupakan kewenangan BPH Migas dan aparat penegak hukum. Pengawasan terhadap harga dan distribusi BBM disebut akan terus dilakukan.
(red)














