Home / Indomalut / Ternate

Menuju Ternate Bebas Emisi: Pemkot Gandeng Swasta Hadirkan 8.000 Motor Listrik Tanpa DP untuk ASN dan Ojol

16 September 2026

TERNATE, OT - Langkah nyata mewujudkan Ternate Bebas Emisi dan Go Green resmi dimulai. Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate membuka sosialisasi penyediaan kendaraan listrik roda dua melalui Bagian Kerja Sama Setda Kota Ternate pada Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, yang hadir mewakili Wali Kota Ternate.

Dalam sambutannya, Rizal menegaskan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan transisi menuju energi ramah lingkungan.

Pemkot Ternate menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dan mendukung penuh program transisi kendaraan listrik ini.

Melihat besarnya potensi daerah, program ini menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari sektor pemerintahan hingga pekerja harian.

Program transisi kendaraan listrik di Kota Ternate menyasar Aparatur Sipil Negara (ASN). Potensi penggunaan sangat besar dari total lebih dari 7.000 personel ASN di lingkungan Pemkot Ternate.

Selain ASN, perluasan segmen mencakup pengemudi ojek online (Om Ojek), pelaku usaha mikro, serta guru dan tenaga pendidik.

Untuk memudahkan kepemilikan, Pemkot Ternate siap berkolaborasi dengan lembaga pembiayaan melalui skema koperasi.

"Pemerintah daerah siap berkolaborasi dengan lembaga pembiayaan dan menerapkan skema koperasi untuk memudahkan akses kepemilikan kendaraan listrik bagi masyarakat dan tenaga kerja lokal," ujar Rizal.

Sementara itu, pihak penyedia, PT Arka Surya Group, menyambut hangat dukungan dari Pemkot Ternate.

Direktur Utama PT Arka Surya Group, Herry Hadi, menjelaskan, program ini dirancang khusus untuk meringankan beban ekonomi warga.

Fasilitas dan keunggulan yang ditawarkan meliputi, Skema Ringan: Tanpa uang muka (Down Payment/DP). Bebas Biaya Perawatan: Gratis biaya servis (free service) dan suku cadang (sparepart) selama lima tahun. Efisiensi Biaya: Pengguna tidak perlu membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dan terbebas dari antrean di SPBU. Serta Garansi penuh lima tahun untuk unit, sistem pengisian daya, hingga suku cadang.

Guna mendukung kelancaran operasional harian, pihak perusahaan siap membangun infrastruktur Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dengan rasio 1 SPBKLU untuk setiap 300 unit kendaraan.

"Pengguna cukup datang ke stasiun dan langsung menukar baterai kosong dengan yang terisi penuh tanpa perlu menunggu pengisian daya. Jika ada 6.000 pengguna, kami siapkan sekitar 20 titik SPBKLU. Baterai cadangan juga tetap tersedia di SPBKLU sehingga kendaraan tetap bisa digunakan meski terjadi pemadaman listrik PLN," jelas Herry.

Pengadaan kendaraan dialokasikan hingga 8.000 unit yang akan dikirimkan secara bertahap setelah melalui proses verifikasi data bersama pihak perbankan, bank daerah, dan koperasi setempat:

Pada tahap pertama, pengiriman 1.000 unit awal setelah dokumen administrasi dan jaminan fidusia rampung.

Tahap selanjutnya, dikirim secara bertahap sebanyak 2.000 unit hingga memenuhi kuota target.

Pihak penyedia juga menegaskan kesiapannya untuk menambah pasokan unit jika permintaan masyarakat melebihi kuota awal yang telah ditentukan.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT