TERNATE, OT – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 149 penumpang dan awak kapal Intim Teratai yang mengalami kecelakaan di pesisir Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Mqluku Utara.
Proses evakuasi dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, serta unsur Kapal Patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) TNI bersama sejumlah unsur lainnya.
Para korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Bastiong dan Pelabuhan Ahmad Yani, di Kota Ternate.
Beberapa penumpang yang dievakuasi lebih awal dilaporkan mengalami luka dan cedera akibat benturan dan terkena batu dan karang saat para penumpang melompat dari atas kapal karena panik.
Beberapa korban harus mendapatkan penanganan medis secara intensif di rumah sakit, karena mengalami pendarahan.
BACA JUGA : Kapal Penumpang dari Bacan Karam, Tim SAR Gabungan Lakukan Operasi
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdhani, menjelaskan, sebagian korban mengalami luka akibat kepanikan saat kejadian.
“Rata-rata korban panik sehingga melompat dan terjadi benturan dengan batu atau karang di sekitar lokasi. Salah satu korban mengalami pendarahan, seorang perempuan yang diduga sedang hamil, namun hingga kini kami masih menunggu keterangan lebih lanjut,” jelas Iwan.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, pihak kepolisian memastikan akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kapal kehilangan kendali hingga menabrak karang.
Sementara itu, kondisi kapal hingga saat ini masih berada di lokasi kejadian dan terus dihantam gelombang di pesisir perairan Pulau Makian.
Sebelumnya diberitakan, sebuah kapal konvensional KM Intim Teratai mengalami kecelakaan laut dalam perjalanan dari Bacan menuju Ternate.
Dalam perjalanan, kapal diduga dihantam cuaca buruk hingga kehilangan kendali dan akhirnya menabrak karang di pesisir Pulau Makian.
(fight)




