Home / Nusantara

NHM Perkuat Agenda ESG melalui Konservasi Mangrove dan Penguatan Ekonomi Komunitas Pesisir

30 Juli 2026
Kegiatan penanaman mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Desa Kao,

HALUT, OT – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) terus memperkuat komitmennya dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam kegiatan penanaman mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Desa Kao, Selasa (28/7/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Direktur Operasi sekaligus Kepala Teknik Tambang (KTT) NHM Rara Dodo Lawolo (Rado), Manajer Departemen HSE Widi Wijaya, Superintendent Environment Rosmini Djufri, Cost Control NHM Peduli Fenny Baud, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara Yudihart Noya, perwakilan Kejaksaan Negeri Halmahera Utara, Camat Kao Dedy Hendrik Mayoru, Kapolsek Kao Ipda Iskandar A. Tjuida, Danramil Kao Kapten Inf. Frans Komea, jajaran Pemerintah Desa Kao, serta Kelompok Green Kaidati sebagai pengelola kawasan KEE.

Dalam sambutannya, Rado menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Pemerintah Kecamatan Kao, dan Pemerintah Desa Kao atas dukungan yang konsisten terhadap berbagai upaya pelestarian lingkungan di wilayah lingkar tambang maupun di Halmahera Utara secara umum.

Mewakili Direksi dan Manajemen NHM, Rado menegaskan bahwa perusahaan akan terus mengambil peran aktif dalam mendorong implementasi prinsip ESG melalui berbagai program yang tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menyerap emisi karbon, mencegah abrasi, serta menjaga keseimbangan ekosistem pesisir yang menjadi penopang kehidupan masyarakat sekitar. Melalui Komunitas Green Kaidati, NHM juga mendorong pemberdayaan ekonomi lokal melalui dukungan infrastruktur pembibitan mangrove dan pengembangan potensi ekowisata di masa depan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Halmahera Utara, Yudihart Noya, yang hadir mewakili Bupati Halmahera Utara, mengapresiasi peran NHM sebagai tuan rumah peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 yang dipusatkan di KEE Desa Kao.

Menurut Yudihart, kegiatan yang mengusung tema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang" tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat perlindungan ekosistem pesisir dan menjaga keanekaragaman hayati.

"Pelestarian mangrove tidak hanya penting bagi keberlanjutan ekosistem, tetapi juga melindungi berbagai satwa yang hidup di dalamnya, termasuk burung Mamua yang berkembang biak di kawasan ini," katanya.

KEE Mangrove Desa Kao memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi. Kawasan ini mampu menyimpan karbon sekitar empat hingga sepuluh kali lebih besar per hektare dibandingkan hutan tropis. Selain itu, kawasan tersebut menjadi habitat sekaligus lokasi pembiakan alami bagi berbagai spesies ikan, udang, burung, dan biota laut lainnya yang berperan penting dalam menjaga ketahanan ekosistem pesisir.

Ketua Komunitas Green Kaidati, Zainudin Hongi, juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara NHM dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dalam mendukung pengelolaan kawasan KEE Desa Kao.

Dia berharap kebutuhan bibit mangrove dari NHM, pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, maupun berbagai pemangku kepentingan lainnya dapat terus melibatkan Komunitas Green Kaidati sehingga menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

"Dengan adanya permintaan bibit mangrove secara berkelanjutan, anggota komunitas dapat memperoleh manfaat ekonomi secara langsung yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, NHM kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat di Halmahera Utara. Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi prinsip ESG yang berkelanjutan dan sejalan dengan standar praktik pertambangan yang bertanggung jawab di tingkat global.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT