HALBAR, OT– Arus deras menyapu permukiman di tiga kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat pada Rabu, (7/1/2026). Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kecamatan Ibu, Ibu Selatan, dan Tabaru tersebut tidak hanya merendam bangunan, tetapi juga menghanyutkan sejumlah rumah dan tempat usaha milik warga.
Lumpur pekat dan gelondongan kayu sisa banjir kini menutupi akses jalan utama serta sejumlah jembatan. Di pusat keramaian seperti Desa Gamlamo dan kawasan Kampung Cina, Desa Tongute Ternate Asal, aktivitas ekonomi lumpuh total setelah air merendam pertokoan dan fasilitas umum.
Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram, menyatakan personel dari Polsek Ibu telah dikerahkan ke titik-titik paling parah untuk membantu evakuasi. "Fokus kami adalah menyelamatkan warga dan mengamankan barang-barang berharga dari bangunan yang terancam roboh," ujar Wahyu, Kamis, (8/1/2026).
Sejak Rabu pagi, personel kepolisian bersama warga setempat mulai membersihkan material sisa banjir di kawasan Kampung Cina. Dengan alat seadanya, mereka menyingkirkan batang pohon dan endapan lumpur yang menutup akses logistik.
Kondisi di lapangan dilaporkan cukup memprihatinkan. Beberapa warga harus merelakan tempat usaha mereka hilang terseret arus. Selain melakukan pembersihan fisik, polisi di lapangan mulai mendata total kerugian material dan kerusakan infrastruktur yang diperkirakan mencapai angka signifikan.
"Kami juga memastikan keamanan di lokasi pascabencana. Anggota berjaga di posko-posko untuk mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di tengah situasi sulit ini," tambah Wahyu.
Polda Maluku Utara mengeluarkan peringatan dini bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan lereng bukit di Halmahera Barat. Mengingat curah hujan yang masih fluktuatif, risiko peningkatan debit air secara mendadak masih mengintai wilayah Tabaru dan sekitarnya.
Wahyu meminta masyarakat untuk tidak memaksakan diri kembali ke rumah yang mengalami kerusakan struktur cukup parah. "Kami meminta warga tetap mengikuti arahan petugas di lapangan. Jika debit air kembali naik, segera evakuasi ke titik yang lebih tinggi," tegasnya.
Hingga saat ini, jalur transportasi yang menghubungkan antar-kecamatan di wilayah Ibu masih terhambat akibat material longsor yang belum sepenuhnya dapat disingkirkan.
(ier)










