HALBAR, OT - Untuk fokus melakukan penanganan bencana banjir dan longsor, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) resmi menetapkan status tanggap darurat selama satu pekan.
Penetapan oleh Pemerintah melalui Rapat Koordinasi lintas sektor setelah melakukan pendalaman data kebencanaan. Dimana akibat dari bencana alam tersebut telah memakan dua korban jiwa di Kecamatan Loloda, sedangkan 4 Kecamtan lainya mengalami dampak kerusakan ringan, sedang hingga berat.
Rapat lintas Sektor dipimpin langsung Bupati James Uang, didampingi Wakil Bupati, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), dan instansi terkait di ruang kerja Bupati Halmahera Barat, pada Kamis (8/1/2026).
Dalam rapat tersebut Pemerintah Daerah dengan resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Darurat Penanganan Bencana dan Pengungsi.
Pembentukan Satgas bertujuan agar bantuan yang masuk ke Halmahera Barat dapat dikoordinasikan secara terpusat dan disalurkan tepat sasaran.
Bupati Halmahera Barat James Uang mengatakan, melalui Satgas tersebut, seluruh bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pihak swasta akan dikelola melalui satu pintu.
“Jadi bantuan baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten sudah kita salurkan hari ini. Besok akan ditambah lagi penyaluran bantuan, karena ada beberapa pengusaha swasta yang juga ikut membantu dalam distribusi logistik,” kata Bupati
Dia turut menyampaikan perkembangan korban jiwa akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Halmahera Barat.
“Sampai hari ini korban jiwa berjumlah dua orang, yakni seorang nenek dan cucunya yang tertimpa reruntuhan rumah akibat banjir dan tanah longsor,” ujarnya.
Selain korban jiwa, bencana tersebut berdampak pada ribuan warga. Pemerintah daerah mencatat jumlah pengungsi mencapai ribuan jiwa, meskipun sebagian besar merupakan pengungsi mandiri.
“Jumlah pengungsi yang terdata sampai saat ini sebanyak 3.444 jiwa dari lima kecamatan terdampak. Namun sebagian besar merupakan pengungsi mandiri. Ada yang mengambil bantuan sendiri dan ada juga yang berada di posko, khususnya di Kecamatan Ibu,” ucapnya
Olehnya selaku Bupati di wilayah Halmahera Barat, James Uang berharap seluruh pihak terus memperkuat koordinasi selama masa tanggap darurat berlangsung.
“Saya selaku Bupati berharap kita tetap bekerja sama dengan baik bersama Forkopimda agar tetap fokus, sehingga semua permasalahan dapat kita minimalisir dengan baik,” tegasnya.
Sementara Ketua Satgas Tanggap Darurat yang juga Dandim 1501/Ternate Kolonel Inf. Jani Setiadi, mengatakan, fokus utama penanganan saat ini adalah membuka akses jalan yang tertutup longsor, terutama di wilayah Kecamatan Loloda, agar masyarakat tidak terisolasi dan distribusi bantuan berjalan lancar.
“Tentunya kami akan bekerja sama dengan dinas terkait di Halmahera Barat agar akses jalan yang tertutup longsor bisa segera dibuka dan distribusi bantuan logistik berjalan lancar,” ujarnya
Dia menambahkan, untuk wilayah Kecamatan Ibu, bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten saat ini sudah berjalan dengan baik.
“Kami juga akan memfokuskan penanganan di seluruh kecamatan yang terdampak banjir dan tanah longsor,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Tanggap Darurat yang juga Kapolres Halmahera Barat AKBP Teguh Patriot, menyatakan, Satgas bencana saat ini telah aktif secara penuh.
“Satgas sudah aktif. Kami mengedepankan keamanan dan keselamatan masyarakat. Selain itu, kami juga membuka layanan administrasi bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor,” kata AKBP Teguh Patriot.
Dia menjelaskan, masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan dokumen penting akibat bencana dapat segera melapor ke Satgas, khususnya di Polres Halmahera Barat.
“Agar penanganan surat-surat berharga bisa diproses dengan cepat dan dikoordinasikan dengan dinas terkait,”ungkapnya menutup.
(deko)










