Home / Berita / Nasional

Warga Ternate Diminta Tak Dekati Area Pencarian Korban Banjir Bandang

Kadis PUPR Kota Ternate: Takut Nanti Menghambat Proses Pencarian Korban
26 Agustus 2024
Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus'an M. Nur Taib

TERNATE, OT - Banjir bandang yang menerjang Kelurahan Rua, Kota Ternate, Maluku Utara  pada Minggu (25/7/2024) dinihari menyebabkan kerusakan bangunan dan menelan korban jiwa.

Pemerintah Kota Ternate telah menetapkan status darurat bencana banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate selama tiga hari, sejak Minggu (25/8/2024).

Kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Rus'an M. Nur Taib kepada indotmur.com mengatakan, hingga Senin (26/8/2024) siang, tercatat sebanyak 16 orang korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Selain melakukan upaya pencarian, tim gabungan turut melakukan upaya-upaya penanganan termasuk membuka akses jalan yang sebelumnya tertutup material banjir.

Sayangnya upaya ini mengalami hambatan karena banyaknya warga yang datang untuk melihat secara langsung lokasi bencana.

Rus'an menghimbau kepada masyarakat Kota Ternate agar tidak mendekati kawasan banjir bandang, karena proses pencarian korban dan upaya-upaya pembersihan lokasi masih terus dilakukan oleh Dinas PUPR maupun BWS dengan menggunakan alat berat (exavator dan dumrtuck).

Dia menyatakan, kehadiran warga di lokasi bencana cukup menyulitkan operator alat berat dalam melakukan upaya pembersihan lokasi banjir. Untuk itu, dia berharap agar warga tidak tidak menggangu aktifitas alat-alat berat beroperasi dan juga upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan.

"Sebenarnya kami sangat berharap agar masyarakat yang tidak memiliki kepentingan atau hanya datang untuk menonton proses pencarian korban dapat dibatasi, sehingga tidak mengganggu proses evakuasi maupun pembersihan material di lokasi," imbau Rus'an.

Dikatakan, kehadiran warga yang datang hanya untuk menonton akan menyulitkan operator alat berat terutama exavator, "karena alat berat ini beroperasi harus free tidak ada hambatan nah, kalau ada orang yang berlalu lalang tentu terhambat," ucap Rus'an.

Dia meminta pengertian baik masyarakat untuk tidak mendekati lokasi banjir, sehingga proses evakuasi maupun pembersihan lokasi banjir dapat belangsung lebih cepat. "Kita hanya meminta perhatian bersama kepada masyarakat biar proses pencarian ini lebih cepat," imbaunya

.Sementara itu, berdasarkan pantauan di lokasi bencana, ratusan warga memadati areal bencana. Sebagian besar warga yang berada di lokasi, bukan warga sekitar.

Beberapa warga juga terlihat melakukan live FB, tiktok dan media sosial lainnya. Sejumlah warga lainnya juga terpantau mengambil gambar dengan smartphone mereka.

Kehadiran warga yang tidak berkepentingan di lokasi bencana, dikhawatirkan akan menggangu proses evakuasi maupun upaya-upaya penanganan termasuk pembersihan lokasi banjir oleh petugas.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT