SEKADAU, OT - Di Kalimantan Barat, pojok pengawasan dalam rangka pengawasan Pilgub 2018 dan Pileg serta Pilpres 2019 dibentuk di Sekadau. Pojok pengawasan tersebut menjadi wadah informasi mengenai kepemiluan.
Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Ruhermansyah mengatakan, penguatan pengawasan partisipatif dapat dilakukan melalui pojok pengawasan. Pihaknya, juga mengapresiasi Bawaslu Kabupaten Sekadau yang telah membentuk pojok pengawasan.
“Tugas bawaslu hingga pengawas TPS berdasarkan peraturan perundang-undangan, yaitu pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu dan lain sebagainnya,” ujarnya, dalamlaunching pojok pengawasan di Sekretariat Panwaslu Kabupaten Sekadau, Kota Sekadau, Minggu (25/3).
Ia mengatakan, nantinya akan ada forum warga. Forum warga tersebut dibentuk untuk mengajak dan menstimulasi masyarakat memagari kampungnya dari pelanggaran pemilu, khususnya politik uang.
“Kami apresiasi semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Panwaslu harus netral. Jaga kondusifitas kalau ada pelanggaran segera tindak lanjuti,” ucapnya.
Ia juga berharap, pojok pengawasan yang dibuat di Sekadau bisa menular ke kabupaten dan kota di Kalbar.
“Pojok pengawasan itu menjadi pusat informasi dan sosialisasi. Tampilkan hasil pengawasan dan data pelanggaran,” kata dia.
Asisten III Setda Kabupaten Sekadau, Sapto Utomo mengatakan, pojok pengawasan merupakan langkah inovatif dalam mengawal pesta demokrasi. Untuk itu, ia berharap, pojok pengawasan yang merupakan wadah untuk pesta demokrasi itu bisa menjadi tempat dialogis bagi orang bertanya dan menjawab.
“Tempatkan orang yang bisa menjawab dengan bijaksana. Pojok pengawasan di Kalbar baru pertama di Sekadau,” tuturnya.
Menurutnya, pojok pengawasan yang dibentuk terebut merupakan terobosan yang baik. Pojok pengawasan menjadi wadah dalam memberikan pemahaman demokrasi kepada masyarakat.
“Apalagi tahun ini pesta dihelat pesta demokrasi, begitu juga 2019 mendatang,” ungkap Sapto.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau, Nur Soleh mengatakan, Kabupaten Sekadau pertama memiliki pojok pengawasan di Kabupaten Sekadau. Ia mengatakan, pojok pengawasan itu bisa menjadi pojok informasi tentang kepemiluan.
“Tentu ini perlu dukunganstakeholder dan semua lapisan masyarakat. Harapan kami rakyat menjadi tonggak demokrasi,” bebernya.
Nur Soleh mengatakan, selain pojok pengawasan juga ada kampung pengawasan. Kampung pengawasan tersebut berada di Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir dan Rawak Hulu, Kecamatan Sekadau Hulu.
“Adanya keterbukaan informasi, menolak politik uang dan politisasi sara. Sehingga, pelaksaan pemilu berjalan dengan aman, damai dan lancar,” pungkasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sekadau, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sekadau, Bawaslu Sanggau, Sintang dan Melawi serta Panwaslu kecamatan se Kabupaten Sekadau. (red)









