Home / Berita / Nasional

RSD Tikep Buat Pelatihan BTLS Dan BCLS

16 April 2018
Pelatihan BTLS Dan BCLS

TIDORE, OT- Mengantisipasi permasalahan prevalensi kematian di dunia bahkan Indonesia khususnya di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), yang sebagian besar disebabkan oleh kasus-kasus trauma dan kondiovaskuler maka perlu adanya ketersediaan tenaga-tenaga terampil dan berkompeten serta tepat dan cepat dalam pertolongan kasus kegawatdaruratan.

Untuk itu, perlu dilakukan program-program peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kesehatan diantaranya pelatihan Penenangan Kegawatdaruratan Bantuan Hidup Trauma Dasar dan Bantuan Hidup Jantung Dasar (BTLS/BCLS).

Hal ini disampaikan, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Jamaluddin Badar, pada acara pembukaan Pelatihan Basic Trauma Cardia Life Support (BTCLS) di aula SMA N 1 Tikep, Senin (16/4/2018).

Dirinya berharap, pelatihan ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dari pelaku kesehatan dalam menangani BTCLS di Kota Tikep.

Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kota Tikep, dr. Rusni Abdullah, menyampaikan bahwa Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan dalam menangani pasien dengan kegawatdaruratan kardiovaskuler dan trauma.

Hal tersebut berdasarkan UU RI nomor 38 tahun 2018 tentang Keperawatan, untuk itu, perawat wajib memiliki kompetensi khusus dalam melakukan pertolongan kegawatdaruratan.

"Tuntutan akreditasi rumah sakit yang mengharuskan seorang perawat memiliki sertifikat pelatihan khusus, diantaranya Basic Trauma Life Support (BTLS) dan basic Cardia life Support (BCLS)," ucap Rusni

Sementara, Ketua Panitia Safiat Fabanyo menyampaikan, kegiatan Pelatihan Basic Trauma Cardia Life Support (BTCLS) dilaksanakan selama 5 (lima) hari dengan materi sebanyak 3 (tiga) hari dan selebihnya diisi dengan praktek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat dalam penanggulangan kasus kegawatdaruratan trauma dan jantung (BTLS) dan (BCLS).

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang perawat di lingkup RSD dari ruang IGD, ICU OK dan perawat inap dengan narasumber yang telah tersertifikasi dan berpengalaman dalam penanggulangan kegawatdaruratan kardiovakuler dan trauma dari Pro Emergency Jakarta sebanyak 5 orang diantaranya dokter dan perawat di bawah pimpinan dr. Haddy Prasetio.(Rayyan)


Reporter: Rayyan

BERITA TERKAIT