SOFIFI,OT- Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Muhammad Ansor menyampaikan, dalam rangka memperingati 500 tahun perjalanan Ferdinand Magellanss, yang mengunjungi Kota Tidore Kepulauan l provinsi Maluku Utara sebagai daerah rempah-rempah.
Tahun 2019, Tidore akan menjadi tempat persinggahan terakhir dalam rangka pelayaran Sail Peringatan 500 Tahun pelayaran Ferdinand Magellans untuk mencari pulau rempah-rempah (Spice Island).
Menurut Muhammad Ansor, peran Tidore dalam perjalanan Ferdinand mengelilingi bumi cukup strategis, sehingga Pemprov mengambil peran. "Ini suatu peristiwa penting yang mengikut sertakan wilayah Maluku-Malut, terutama Tidore. Perlu jadi bagian yang penting, " kata Ansor, usai rapat bersama Pemkot Tikep dan Pemprov, Jumat (27/4/2018) yang di Royal Resto.
Dia menjelaskna, perjalanan Ferdinand Magellans dan para ekspedisi lainnya, di Malut untuk mencari Spice Island atau pulau rempah-rempah. Meskipun, negara-negara lain juga termasuk dalam perjalanan Ferdinand. Namun, dia meyakini Tidore adalah poros utama.
"Semua ekspedisi International, termasuk Magellans adalah mencari Spice Island, dan akan melibatkan banyak negara tapi yang menjadi poros mestinya wilayah ini," ungkapnya.
Maluku Utara, Kata dia, tidak bisa disamakan dengan wilayah lain yang menjadi tempat persinggahan dari perjalanan Ferdinand. "Jadi tidak bisa disamakan dengan kota-kota lain yang disinggahi dalam Sircum Navigation atau perjalanan keliling dunia itu. Karena yang mereka ingin tuju adalah wilayah penghasilan rempah," ujarnya.
Dia menambahkan, Ferdinand Magellans sudah pernah tiba di Maloku Kie Raha, di tahun 1512, dengan misi yang sama saat kedatanganya yang kedua di tahun 1519. Perjalanan yang menyita waktu, tenaga, biaya, dan bahkan nyawa itu dilakukan hanya untuk mencari rempah-rempah yang ada di Jazirah Al-Mulk ini.(al)









