TIDORE, OT- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Abhan berharao proses Pemilukada Maluku Utara dapat berjalan dengan lancar.
Dia juga meminta masyarakat di Kota Tidore Kepulauan untuk ikut berperan aktif mendukung Bawaslu dalam mengawasi setiap tahapam Pemilukada.
Hal ini disampaikan Abhan dalam sambutannya di sela-sela pertemuan Bawaslu RI dengan pihak Kesultanan Tidore, di ruang Gandaria Kadato Kie Kesultanan Tidore, Sabtu (31/3) sore kemarin. Dalam kunjungan ini, Ketua Bawaslu RI didampingi Sekjen Bawaslu, Gunawan Siswantoro bersama rombongan diterima Sultan Tidore Husain Sjah bersama Permaisuri dan perangkat adat Kesultanan Tidore sementara dari Pemerintah Kota Tidore Kepulauan diwakili Assisten Bidang Ekonomi dan Kesra, Muhammad Yasin.
Abhan juga meminta agar masyarakat Tidore termasuk masyarakat adat Tidore agar tidak segan-segan mengingatkan jajaran Bawaslu mulai dari tingkat terendah sampai yang tertinggi untuk melaksanakan tugas pengawasan pemilu yang benar.
Apalagi dalam dua tahun kedepan kata Abhan, Indonesia menghadapi tahun politik dimana tahun 2018 ini akan digelar Pemilukada serentak di sejumlah daerah, kemudian ditahun 2019 mendatang juga akan dilaksanakan Pemilu Legislatif, Pemilu Presiden dan seterusnya, sehingga dalam hal ini peran masyarakat sangat besar untuk menentukan seberapa suksesnya pelaksanaan hajatan demokrasi di Indonesia. Jelas Abhan.
Sementara itu, Sultan Tidore Husain Sjah, menyambut baik dan berterima kasih atas kedatangan Ketua Bawaslu RI bersama rombongan, Sultan berharap kehadiran jajaran Bawaslu ke Kota Tidore Kepulauan, dapat memotivasi jajaran penyelenggara Pemilu untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
Tidore sebagai daerah yang telah melahirkan begitu banyak tokoh besar, yang telah berperan menyatukan Indonesia dengan menyerahkan wilayah kekuasaannya di Papua, Seram, Gorong dan sebagainya, yang luasnya sepertiga Indonesia, sehingga NKRI terwujud secara utuh dari Sabang Sampai Merauke.
Diharapkan mampu memotivasi jajaran Bawaslu agar melaksanakan tugasnya sesuai dengan motto masyarakat Tidore “Toma Loa Se Banari” atau berjalan diatas jalan yang lurus dan benar.
Dalam pertemuan ini, Sultan Tidore berkesempatan memakaikan Baju Adat Tidore kepada Ketua dan Sekjen Bawaslu, yang secara simbolis melambangkan Ketua Bawaslu dan Sekjen Bawaslu telah resmi menjadi keluarga besar Kesultanan Tidore.
Usai pertemuan di ruang Gandaria, Sultan Tidore, Ketua Bawaslu dan Sekjen Bawaslu bergeser ke ruang Pendopo Kesultanan untuk mengisi materi Sarasehan “Pengawasan Partisipatif Peran Serta Pemangku Adat Pada Pemilihan Umum” yang sebelumnya telah berlangsung sejak pagi hari.(Rayyan)









