Home / Berita / Nasional

IAIN Ternate Mengelar Seminar Nasional

27 Juli 2018
Suasana Seminar Nasional Di Kampus IAIN Ternate

TERNATE, OT - Dewan Mahasiswa (Dema) IAIN Ternate, bekerja sama dengan Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) mengelar seminar nasional, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Aulla IAIN Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut).

Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Ternate, Julkifli Jafar kepada Indotimur.com Jumat (27/7/2018) mengatakan, jumlah peserta yang hadir mengikuti kegiatan tersebut, kurang lebih 400 peserta.

Kata dia, kegiatan ini turut dihadiri oleh para dosen IAIN Ternate, mahasiswa IAIN , organisasi intra kampus, maupun ekstra Kampus, masyarakat Kelurahan Dufa Dufaa, "emudian dari pihak Direktur Pengaturan dan Perizinan Pengawasan Fintch Hendrikus Pasagi, bersama Kabid Perdagangan Desprindag Kota Ternate, Chairul Saleh Arif," kata Julkifli.

Menurtnya, kegiatan seminar nasional ini juga turut disponsori oleh 16 perusahan diantaranya Fintech, PT. Digital Sinergy Teklology,  PT. Simplefi Teknologi Indonesia, PT. Karapoto Teknologi Finansial, PT.Dana Pinjaman Ingklusif, PT. Finerga homido indonesia, PT.Progo Puncak Group, PT. Mekar Investama Samporna, PT. Indonesia Nara Sejahtra, PT. Keredit Pintar Indonesia, PT. Finacel Digital Indonesia, PT. Alfa Ginaccel indonesia, PT. Invrestee Radika Jayah, PT. Tunai Kita serta PT.Orintasi Masa Sejahtrera

 Deriktur pengaturan perizinan dan pengawasan Fintech, Hendrikus Passagi, dalam paparanya pada saat seminar mengatakan seminar mengenai Fintech Aftech atau lebih tepat lagi saya katakan seminar pendanan gotong royong.

Yang dilaksanakan di wilayah Maluku Utara, hususnya Kota Ternate, menurut dia kegitan tersebut merupakan sosialisasi berkelanjutan khusus indonesia timur.

"Dengan tujuan untuk memperkuat perlindungan konsumen sebab perdagangan gotong royong oline ini begitu banyak manfaat, yang bisa di peroleh pelaku industri",

Lanjut dia industri keuangan kecil mikro menengah tetapi sanding manfaat besar ada juga potensi resiko yang dapat di alami oleh pelaku.

Olehnya itu hal paling suptansi adalah pentingnya upaya konsumen yang maksimal dari kami melalui projek, antara lain sosialisasi dalam bentuk seminar.

"Dengan tujuan agar kami bisa mengetahui apa manfaatnya dan apa resikonya, kami berharap kehadiran gotong royong online ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Ternate", tuturnya.

Kata dia prospek Fitech untuk Maluku Utara kedepan kami kembalikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Apakah merekan ikutsertakan mengambil bagian atau manfaat dengan kehadiran gotong royong online, ini dalam mendukung kegiatan nelayan ikan dan petani rumput laut.

Kami juga mendalami gotong royong online, karena ini memiliki kemampuan lain selain kami memperlakukan simpan pinjam kami juga mendistribusi prodak prodak untuk masyarakat nelayan dan petani", ungkap Hendrikus.

Sementara narasumber kedua, Chairul Saleh Arif, selaku (Kabid) perdagangan Disprindak Kota Ternate, dalam paparanya masyarakat Kota Ternate kemaring kita kontrofersi dengan Fitech, akan tetapi dengan adanya seminar kali ini.

Maka saya kira sudah ada pemahaman masyarakat terkait dengan Fitech yang sudah berlakukan di Kota Ternate, ini bisa di kembangkan lagi.

Kalu bisa di tambah Fitch sariah dan ini kami akan mencoba menyembatani oleh karena itu kami akan tetap mendorong gotong royong pinjaman masyarakat itu sendiri", ungkapnya.

 (ded)


Reporter: Dedi Sero Sero

BERITA TERKAIT