SEKADAU, OT - Polres Sekadau melaksanakan apel gelar pasukan operasi ketupat di halaman Mapolres Sekadau, Rabu (6/6) pagi. Apel gelar pasukan tersebut dilaksanakan dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1439 hijriah.
Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi menuturkan, operasi ketupat 2018 dilaksanakan selama 16 hari dimulai 7 hingga 22 Juni mendatang. Ia mengatakan, adapun personel yang dilibatkan dalam pengamanan merupakan personel gabungan dari unsue Polri, TNI, Pemda danstakeholder terkait serta elemen masyarakat lainnya.
“Rencana operasi disusun melalui serangkaian evaluasi terhadap pelaksanaan operasi ramadniya 2017 lalu, serta analisa potensi gangguan kamtibmas tahun 2018,” ujarnya.
Anggon mengatakan, setidaknya ada empat potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama dalam pelaksanaan operasi tahun ini. Empat potensi kerawanab yaitu stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Pada 2017 lalu, stabilitas harga pangan Dapar terjaga dan tidak terjadi kelangkaan bahan pangan.
“Hal itu dapat diwujudkan berkat kerjasama dari semua instansi terkait. Pada tahun ini, jelasnya potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan, upaya penimbunan maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikan harga diatas harga yang ditetapkan,” ucapnya.
Kemudian, kata Anggon, potensi kerawanan yaitu permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik. Untuk itu, kata dia,seluruh personel agar benar-benar memantau secara cermat.
Selain itu, kata dia, potensi kerawanan lainnya yang harus diantisipasi adalah potensi bencana alam dan gangguan kamtivmas seperti, curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal dan hipnotis. “Perlu upaya antisipasi dan mewaspadai agar hal-hal tersebut tidak terjadi,” kata dia.
Ancaman tindak pidana terorisme juga perlu diantisipasi. Hal ini, untuk mencegah potensi aksi terorisme. Untuk itu, kata dia, deteksi ibtelijin terus ditingkatkan dengan diimbangi upaya penegakan hukum secara tegas, melalui optimalisasi peran Satgas Anti Teror.
Ia mengatakan, pengamanan tempat ibadah, pusat keramaian, Mako, serta aspek keselamatan personel pengamanan harus menjadi perhatian. Memperkuat pengamanan pada objek-objek tersebut dan melaksanakan pendampingan personel pengamanan oleh personel bersenjata.
“Khusus dalam mewudjukan keamanan secara umum, terus tingkatkan kerjasama dengan TNI serta stakeholder terkait lainnya,” pungkasnya.
Hadir dalam apel gelar pasukan Tersebut, Asisten I Setda Kabupaten Sekadau, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sekadau, Kasat dan Kabag jajaran Polres Sekadau, Danramil Nanga Mahap, Dinas Kesehatan, RSUD Sekadau, Dinas Perhubungan, Satpol PP Kabupaten Sekadau serta stakeholder terkait lainnya. (red)









