TERNATE, OT - Sebagai bagian dari elemen masyarakat Moluku Kie Raha, Garda Nuku (GN) menyatakan sikap siap mengawal idin (maklumat) Sultan Tidore dalam memperjuangkan Moluku Kie Raha sebagai daerah Otonomi Khusus atau Daerah Istimewa.
Sekretaris Garda Nuku, Budi Janglaha kepada indotimur.com menegaskan, Garda Nuku sebagai bagian dari elemen Moloku Kie Raha, memiliki komitmen moral untuk mendukung Tidore menjadi daerah Otsus.
Kata dia, jika ditelusuri dari sejarah masa lampau, Tidore layak menjadi daerah Otsus, sebab Tidore dengan sejarah yang cukup panjang telah memberikan kontribusi besar bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indomesia (NKRI).
Budi menuturkan, pada masa lalu Kesultanan Tidore memiliki luas wilayah hingga di dataran Pulau Halmahera dan Pulau Maluku, dimana Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Tengah sampai di Pulau Seram adalah bagian dari pemerintahan Kesultanan Tidore.
"Bahkan, kekuasaannya juga mencakup Papua hingga Papua Nugini," kata Budi yang ditemui di kedai Jakofi, Jumat (13/4/2018) sore.
Oleh karena itu, kata dia, GN sebagai bagian dari rakyat Moloku Kie Raha mendukung dan akan mengawal idin Sultan Tidore terhadap hak-hak Tidore dari pemerintah pusat, sebagai wujud perhatian yang layak bagi Tidore.
"Pengakuan atas tuntutan Otsus adalah dengan menetapkan Tidore sebagai daerah istimewa dan Otsus," tegasnya.
Sebelumnya, Sultan Tidore, Husain Sjah telah mengeluarkan idin atau maklumat kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap hak istimewa Tidore sebagai daerah Otonomi Khusus (Otsus).
Penegasan yang dikeluarkan Sultan Tidore itu, disampaikan pada acara Penutupan Festival Tidore 2018 dalam rangka Hari Jadi Tidore Ke-910 Tahun, di Kadato Kie Kesultanan Tidore, Kamis, 12 April 2018 kemarin.(thy)









