Home / Berita / Nasional

Belasan Warga Senuruk Terkena DBD

03 Juli 2018

Sejumlah warga terkena demam berdarahdengue (DBD) di Dusun Senuruk, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau.Fogging dilakukan di kawasan permukiman warga di Dusun Senuruk. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah agar tidak ada lagi warga yang terkena DBD.

SEKADAU, OT - Masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah tersebut merupakan upaya pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat sedini mungkin.

Kepala Dusun Senuruk, Fincensius Hardi menuturkan, kejadian tersebut terjadi secara berturut-turut. Ia mengatakan, DBD menyerang warga di RT 016 dan 017 sejak (1/7) lalu.

“Ada 11 orang yang terkena DBD di kampung kami. Ada anak-anak juga dewasa hingga yang sudah tua juga kena,” ujarnya, Selasa (3/7).

Tono sapaan akrab Fincensius Hardi mengatakan, saat ini sudah ada sembilan orang yang baru keluar dari rumah sakit. Sedangkan, kata dia, beberapa diantaranya masih dirawat di RSUD Sekadau.

“Yang kena mulai dari umur 13, 15 hingga 60 tahun. Dengan kejadian itu, kami mengajukan fogging. Saat ini sudah ditanggapi dan sudah fogging,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ringin, Abdul Hamid mengaku prihatin dengan kejadian DBD yang menyerang masyarakat di Dusun Senuruk. Tentunya, kata dia, pihaknya tidak tinggal diam dengan kejadian tersebut.

“Jangan sampai semakin banyak warga yang kena DBD. Alhamdulillah Dinas Kesehatan sudah melakukan foggingdengan cepat. Tim dari desa dan masyarakat setempat juga membantu proses tersebut,” kata Anjang Jonok, sapaan akrab Abdul Hamid.

Menurut Anjang Jonok, kejadian tersebut sangat jarang terjadi. Apalagi, satu dusun secara berturut-turut mengalami DBD. Untuk itu, ia mengingatkan warga untuk memberikan informasi kepada pihak desa atau Dinas Kesehatan bila kejadian serupa terjadi.

“Langkah penanganan dilakukan agar tidak terjadi DBD. Kami juga mengimbau seluruh masyarakat Sungai Ringin untuk menerapkan 3M plus, agar lingkungan bersih dan sehat,” pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sekadau, St Emanuel mengungkapkan, pihaknya berupaya untuk menekan terjadinya peningkatan angka kasus DBD tahun ini. Ia menjelaskan, pihaknya telah mengadakan penyuluhan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Kemudian, pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan kegiatan foggingapabila ada kasus,” ungkapnya.

Emanuel mengatakan, namun perlu pengertian dan pemahaman dari semua lapisan masyarakat. Sebab, kata dia,fogging dinilai kurang efektif lantaranfogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat mengenai pentingnya kebersihan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dijelaskannya, ada empat faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit. Pertama lingkungan sebesar 40 persen, kedua perilaku sebesar 30 persen, pelayanan kesehatan sebesar 20 persen dan keturunan sebesar 10 persen.

“Dari dua faktor tersebar itu ada ditangan individu. Maka harapan kami sebagai pelayanan kesehatan, untuk menekan kasus tersebut mari dikeluarga berbuat melakukan 3M plus. Mendaur ulang barang-barang bekas, seperti kaleng bekas, menguras bak-bak air, menutup rapat tempat penampungan air,” pungkasnya.(red)


Reporter: Yahya Iskandar

BERITA TERKAIT