Jumlah tersebut terdiri dari 450 pengawas dari 115 kecamatan, 50 dari 10 kabupaten/kota di Malut dan 170 sahabat Bawaslu. Acara itu dihadiri langsung oleh Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialiasi Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, Ketua Bawaslu dan anggota Bawaslu Malut, Ketua KPU Malut dan anggota, Forkompimda Malut, Wai Kota Ternate, unsur Pramuka, Siswa-Siswi SLTA, Mahasiswa, Ormas dan OKP.
Ketua Bawaslu Malut Muksin Amrin, dalam sambutannya mengatakan, apel siaga dengan melibatkan seluruh Pengawas yang dilakukan hari ini adalah pertama kali dalam sejarah Pemilu maupun Pilkada, karena selama ini belum pernah dilakukan apel siaga.
Dia berharap, seluruh pengawas agar menjaga integritas sebagai penyelenggara Pemilu. “Malut ini dari periode ke periode atau setiap Pemilu maupun Pilkada selalu bermasalah, sehingga integritas pengawas harus dijaga,” ujar Muksin.
“Dalam Indek Kerawanan Pemillu (IKP) secara nasional provinsi Malut masuk kategori sedang. Untukk itu, kita dselaku pengawas dituntut untuk meningkatkan ini,” ungkapnya.
Sementara Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialiasi Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin dalam orasi demokrasi menyampaikan, menadi seorang pengawas harus waspada, curiga dan pertanyakan. Artinya, Setiap ada masalah harus dicari tahu jangan mudah mempercayai orang. “Jadi seorang Pengawas itu melakukan aktivitas yang tidak disukai orang,” ujarnya.
Menurutnya, Bawaslu punya kewenangan melakukan sosialisasi pencegahan dan harus menyatakan ke semua pihak agar mereka tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dalam Pemilu. “Bawaslu mengutamakan pencegahan, tapi apabila langkah pencegahan sudah dilakukan dan tetap saja terjadi masalah atau temuan, maka Bawaslu harus mengambil langkkah penindakan,” tegasnya.
Diia menambahkan, apel siaga yang dilakukan hari ini, adalah pertama di Indonesia. Tujuannya, untuk menyatukan barisan dan tekad dalam rangka menghadappi ilgub Malut 2018.
Selain apel siaga, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pameran demokrasi dari perwakilan Panwas dari 10 Kabupaten/Kota di Malut, serta pentas tarian dan musik khas daerah dan pembunuhan tandatangan komitmen bersama Pilkada bersih dan bermartabat.(red)









