Home / Berita / kesehatan

IDI Malut Minta Gubernur Intervensi Kesejahteraan Dokter dan Masalah Penunggakan Gaji

20 September 2026
Ketua IDI Wilayah Maluku Utara, dr. Ali Akbar Taslim

TERNATE, OT– Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Maluku Utara menyoroti serius persoalan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan serta belum terjaminnya kesejahteraan dokter di wilayah kepulauan.

Salah satu isu krusial yang mencuat adalah adanya laporan mengenai tenaga dokter yang belum menerima pembayaran jasa pelayanan selama empat bulan di Kabupaten Kepulauan Sula dan Halmahera Barat.

Ketua IDI Wilayah Maluku Utara, dr. Ali Akbar Taslim, mengungkapkan, permasalahan tersebut dibahas secara mendalam dalam kegiatan talk show yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru IDI Wilayah Malut di Sahid Bela Hotel, Minggu (20/9/2026).

Acara ini melibatkan jajaran kepala daerah serta perwakilan dari tujuh cabang IDI se-Provinsi Maluku Utara.

"Ada tiga masalah utama yang kami petakan, yakni ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kurang merata dan tingkat kesejahteraan tenaga medis yang masih minim," ujar dr Ali usai pelantikan.

Menurutnya, terkait penunggakan pembayaran hak dokter di Sula dan Halmahera Barat, IDI Wilayah Maluku Utara berkomitmen mengawal keluhan para anggota dan mendorong Gubernur Maluku Utara untuk segera mengambil langkah intervensi. 

"Gubernur diharapkan dapat memfasilitasi koordinasi lintas daerah bersama pemerintah kabupaten/kota setempat guna mencari jalan keluar," timpal dr Ali.

Dia menegaskan bahwa IDI memiliki dua pilar fokus utama, yaitu optimalisasi pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta pengawalan terhadap kesejahteraan para anggota.

"Kami ingin seluruh cabang IDI di Maluku Utara semakin solid, terintegrasi, dan berkolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus mutu pelayanan kesehatan masyarakat," tegasnya.

Guna mengoptimalkan roda organisasi selama tiga tahun masa bakti kepengurusan, IDI Wilayah Maluku Utara tengah menyiapkan sistem manajemen terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk memantau, memetakan, dan mengelola seluruh program kerja serta masa bakti kepengurusan di tujuh cabang kabupaten/kota.

"Langkah ini bertujuan agar seluruh visi dan misi organisasi baik di tingkat cabang maupun wilayah dapat dikonsolidasikan dan direalisasikan secara terukur," katanya.

Lebih lanjut dr Ali, menyatakan, selain penguatan internal, IDI Malut juga akan memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai organisasi profesi kesehatan lainnya, seperti Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Sinergi ini difokuskan pada aksi sosial dan peningkatan jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan.

"IDI Maluku Utara berharap hadirnya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan organisasi profesi dapat mempercepat penyelesaian masalah ketenagakerjaan medis sekaligus memperkokoh sistem kesehatan di Maluku Utara," tutupnya.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT