TERNATE, OT - Belasan Mahasiswa yang diamankan Polres Ternate pada aksi unjukrasa (unras) penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) telah dipulangkan dan akan dilakukan pembinaan di kampus masing-masing.
Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit usai melakukan pertemuan bersama mahasiswa dan perwakilan mahasiswa dari kampus serta perwakilan dari pemkot Ternate pada Selasa (20/19/2022) di Polres Ternate menyampaikan, dari hasil pertemuan itu, sebanyak 15 mahasiswa gabungan dari berbagai kampus yang diamankan. 11 orang diantaranya akan dipulangkan sementara 4 orang lainnya masih diamankan untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.
"Adik-adik mahasiswa yang kita amankan, 11 orang sudah kita pulangkan, sementara 4 masih pendalaman karena keterkaitannya dengan pelemparan dan lain-lain," jelas Andik.
Andik menjelaskan, dalam pertemuan tersebut membicarakan soal aturan dalam menyampaikan aspirasi dan pendapat di muka umum yang harus dilakuan sesuai dengan aturan-aturan hukum yang telah ditentukan.
"Pertemuan tadi kami mengimbau ke adik-adik mahasiswa untuk lebih paham lagi tentang aturan penyampaian di muka umum serta pelanggaran-pelanggarannya kemudian kerawanan-kerawanannya, dan sebaiknya seperti apa, itu yang kami bicarakan tadi," ujar Andik.
Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan pendapat dan masukannya terkait peran dari pemerintah, baik itu pemerintah kota maupun pemerintah provinsi terkait dengan naiknya harga BBM.
"Kita juga saling memberi masukan sehingga lebih sempurna, dan tuntutan mahasiswa sudah kita tampung dan kita sampaikan ke pemerintah yang punya kewenangan," tutur Andik.
Sementara itu Wakil Dekan lll Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Zainuddin Abdullah yang hadir dalam pertemuan itu kepada awak media mengatakan, aspirasi dari mahasiswa merupakan fungsi kontrol terhadap pemerintah.
Namun menurut Zainuddin, aspirasi itu semestinya disampaikan dengan tertib dan tidak gampang terprovokasi, sehingga tidak merugikan semua pihak.
"Dalam menyampaikan aspirasi itu merupakan fungsi kontrol terhadap pemerintah namun ada aturan-aturan yang disampaikan agar tidak terjadi gesekan," katanya.
Dia mengaku, dengan kejadian yang terjadi di depan FKIP Unkhair Ternate itu pihaknya masih akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pimpinan kampus untuk mendapat kepastian.
"Masih ada 4 (diamankan) dan dua diantaranya merupakan mahasiswa dari Unkhair," pungkasnya.
Sekadar diketahui, aksi unras hingga berujung ricuh di depan kampus FKIP Unkhair pada Senin (19/9/2022) itu merupakan gabungan mahasiswa dari beberapa kampus yang ada di Ternate selain Unkhair ada juga dari Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), STIKIP Kieraha dan IAIN Ternate. Mereka mendesak pemerintah segera menurunkan harga BBM bersubsidi.(ier)