Home / Berita / Hukrim

Polda Malut Tetapkan Pemilik dan Nakhoda KM Cahaya Arafah Sebagai Tersangka

02 Agustus 2022
Kanit ll Subdit Gakkum Polairud Polda Malut Ipda Adegair Ibrahim

TERNATE, OT - Penyidik Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Malut resmi menetapkan dua orang sebagai tersangka atas tenggelamnya KM Kapal Cahaya Arafah di perairan Tokaka, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) pada Senin 18 Juli 2022 lalu.

Kedua tersangka itu adalah pemilik dan nakhoda KM Cahaya Arafah berinisial AI alias Is dan AN.

Kanit ll Subdit Gakkum Polairud Polda Malut, Ipda Adegair Ibrahim mengatakan, penetapan tersangka itu berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi oleh penyidik.

"Jadi terkait kasus tenggelamnya KM. Cahaya Arafah sudah ditetapkan dua tersangka, dalam hal ini nahkoda kapal berinisial AN dan pemilik kapal Al alias Is," jelas Ipda Adegair saat di konfirmasi wartawan, Selasa (2/8/2022).

Menurutnya, sebanyak 12 saksi yang dimintai keterangan diantaranya, nahkoda kapal dan 6 anak buah kapal (ABK), Komandan Post KPLP Pelabuhan Bastiong serta salah seorang staf, pemilik kapal, petugas Dinas Perhubungan dan dua orang agen penjualan tiket.

Ia menjelaskan, penetapan kedua tersangka ini karena penyidik menilai telah memenuhi unsur. Namun pihaknya terus melakukan pendalaman.

"Sementara kita lakukan pendalaman tidak menutup kemungkinan ada penambahan tersangka lain," katanya.

Menurut Ipda Adegair, dari kedua tersangka yang telah ditetapkan satu diantaranya yakni nahkoda kapal berinisial AN telah dititipkan ke Rutan Kelas IIB Ternate, sedang tersangka AI alias Is selaku pemilik kapal belum dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, arena berlahalagan hadir sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan pada Senin 1 Agustus kemarin.

"Yang pastinya hari ini akan kita gelar proses pemeriksaan terhadap tersangka AI," jelasnya.

Kata dia, pasal yang disangkakan yaitu pasal 302 Ayat (1) (2) dan (3), Juncto, Pasal 117 dan Pasal 310, Pasal 312 Juncto pasal 145  UU Nomor 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran dan Pasal 359 Juncto Pasal 1 55 Ayat (1) ke (1) KUHP.

"Ancaman hukumannya dari 3 tahun, 4 tahun dan maksimal sampai 10 tahun," tambahnya.(ier)


Reporter: Irfansyah Tawainella
Editor: Fauzan Azzam

BERITA TERKAIT