Home / Indomalut / Halteng

Awal Januari 2021, Pemkab Halteng Mulai Bangun Pelabuhan Feri Weda

27 November 2020
Tim dari pusat dan Dishub Halteng saat tinjau lokasi Pelabuhan Feri

HALTENG, OT- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng) akan membangun pelabuhan Feri Weda, di Desa Nurweda, Kecamatan Weda pada awal 2021.

Kepala Dinas Perhubungan Halteng, Ahmadiarsyah mengatakan, untuk memantapkan konektivitas antar wilayah, Pemkab Halteng akan membangun pelabuhan Feri Weda.

"Jadi kemarin tim Bandan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkunjung ke Halteng dalam rangka meninjau lokasi pelabuhan Feri," kata Kadis saat ditemui indotimur.com di kantornya, Jum'at (27/11/2020).

Menurut kadis, ada dua lokasi yang ditinjau tim Bappenas dan Kemenhub. Yang pertama verifikasi akhir kegiatan pembangunan pelabuhan feri Weda, karena sudah selesai lelang dan di menangkan oleh PT. Pasifik Indo Permai dengan pagu Anggaran Rp 74,6 miliar, namun dikontrak sebesar Rp 62 miliar yang bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2020-2021. 

"Kontraknya itu sudah mulai pada Tanggal 26 November kemarin, dengan alokasi waktu selama 2 tahun pekerjaan, saat ini mereka sedang melakukan perampungan dokumen kontrak, karena rencananya tanggal 4 Januari 2021 sudah mulai kerja,"ucapnya. 

Lanjutnya, keberhasilan yang dicapai hari ini berkat kerja keras dan komitmen Bupati dan wakil Bupati Halteng terhadap masyarakat Halteng, sehingga persyaratan yang diminta itu sudah dipenuhi oleh Pemda Halteng. 

"Meskipun persyaratannya sangat banyak tapi pemda mampu untuk penuhi itu. Termasuk didalamnya itu penyerahan hiba lokasi melalui sertifikat tanah, penyusunan dokumen master plan FS, Amdal, dan Detail Inggenering Desain (DID). Dan pemda sudah penuhi itu sehingga Bapenas dan Kemenhub turun untuk tinjau lokasi,"jelasnya 

Dia berharap, semoga peletakan batu pertama pelabuhan feri ini, bisa dilakukan sebelum Bulan Januari.

Selain meninjau lokasi pelabuhan feri lanjutnya, Tim dari SBSN Bapenas dan Kemenhub juga langsung menijau lokasi pembangunan bandara Weda yang berada di Pertengahan Desa Nusliko dan Desa Loleo itu. 

"Karena bandara Weda ini sudah masuk pada program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebagai bandara yang akan dibangun oleh Presiden dan Wakil Presiden,"katanya.

Dikatakan, berdasarkan hasil verifikasi dari tim Bapenas itu, maka bandara ini bisa saja dimasukkan dalam anggaran SBSN, karena menurut mereka, SBSN ini pekerjaanya maksimal bisa dikerjakan 2 sampai 3 tahun saja.

"Jadi sebesar apapun anggaran itu, bisa dikerjakan dengan waktu pekerjaan yang relatif singkat, karena beda dengan reguler," tambahnya.

Kadis juga mengatakan, dari hasil verifikasi lapangan maupun administrasi di jakarta, Pemda Halteng diminta untuk segera melakukan sertifikasi lahan, karena lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan bandara itu 70 Hektare, dan itu semua harus tersertifikasi dulu baru masuk pada program SBSN.

“Pemda harus melakukan review dokumen-dokumen persyaratan, karena banyak dokumen yang masa berlakunya sudah melebihi dari 5 tahun jadi harus direview kembali,” ujarnya.

(red)


Reporter: Supriono Sufrin