HALBAR, OT - Satuan Tugas (Satgas) Penangulangan Bancana Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Halmahera Barat (Halbat) merilis data wilayah terdampak bencana di Halbat.
Siaran pers yang diterima redaksi indotimur.com menyebutkan, data sementara Satgas Penanggulangan Bencana mencatat, ada 27 Desa yang tersebar di 7 Kecamatan terdampak bencana banjir dan tanah longsor.
Ratusan rumah warga juga dilaporkan rusak berat hingga ringan. Ribuan warga juga dilaporkan masih berada di kamp-kamp pengungsian.
Ketua Satgas Penanggulangan Bencana yang juga Dandim 1501/Ternate, Kolonel Inf Jani Setiadi, menyebutkan bahwa data tersebut masih bersifat sementara.
"Total sementara bencana banjir dan longsor di Halmahera Barat terjadi di tujuh kecamatan dengan 27 desa terdampak," ungkap kata Kolonel Inf Jani Setiadi, pada Sabtu (10/1/2026).
Setiadi menjelaskan, dampak bencana tersebut menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
"79 unit rumah katagori rusak berat, 41 unit rumah rusak sedang, dan 173 unit rumah rusak ringan," terang Setiadi seraya menyebut jumlah warga terdampak mencapai 892 Kepala Keluarga (KK) atau 3.790 jiwa.
Wilayah terdampak teraebar di Kecamatan Sahu, Sahu Timur, Ibu Selatan, Ibu, Tabaru, Loloda, dan Kecamatan Loloda Tengah.
"Desa-desa yang terdampak tersebar di tujuh kecamatan tersebut, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Loloda," ujarnya
Terkait penanganan, Satgas bersama instansi terkait terus melakukan penanganan darurat di lokasi bencana. "Kami fokus melakukan pembersihan badan jalan dari material banjir dan longsor, serta perbaikan sementara infrastruktur jalan dan jembatan agar akses masyarakat dapat kembali normal," tandasnya.
(deko)









