Home / Pariwisata / Event

Talkshow Makin Cakap Digital Siap Digelar di Event Moti Bersuara 1322

03 Agustus 2023
Project Officier Literasi Digital Provinsi Maluku Utara, Dian Rafdianti Husain

TERNATE, OT- Sebulan terakhir ini,  tagline "Moti Beruara 1322" menjadi ramai membanjiri di berbagai postingan media sosial Maluku Utara, dari kalangan akademisi, aktivis dan politisi, seniman dan budayawan higga para Sultan. 

Moti Bersuara 1322 sendiri merupakan sebuah gelaran event yang akan dilaksanakan pada Sabtu tanggal 11 - 12 Agustus 2023 mendatang di Kecamatan Pulau Moti, Kota Ternate. Acara ini bekerjasama dengan literasi digital regional Maluku dan Papua untuk melaksanakan temu konten kreaton dan talkshow makin cakap digital di Pulau tersebut.

Project Officier Literasi Digital Provinsi Maluku Utara, Dian Rafdianti Husain mengungkapkan, pertama kalinya manajemen literasi digital regional Maluku dan Papua menggelar temu konten kreaton dan talkshow makin cakap digital di Pulau Moti bertajuk Konten Kreatif Berbasis Budaya Lokal dengan menghadirkan para konten kreator Maluku Utara.

Sebagai narasumber, Eko Cahyono Kotja (Saya Khoko), Rahman Muhammad (Tete Ko), Voryn Thalya Kiriweno (Saya Kiri), M. Alif Zidane (Procillia Kharie) selaku master of ceremony (MC), dan akan dipandu oleh Rinto Taib selaku moderator.

"Untuk kali ini, manajemen literasi digital provinsi Maluku Utara akan menghibur audiens dengan berbagai rangkaian acara menarik lainnya,” ujar Dian.

Rangkaian acara hiburan itu, lanjut Dia, pemutaran film berjudul Bukan Kursi Pelaminan, Launching Musikalisasi Puisi D'Facto, Konferderasi Sastra Kopitam, Temu Konten Kreator,Launching Oti Production, Launching Puisi Sumpah Moloku oleh D’Facto, Teater Anak Bangsa ART Perfomnce, , Monolog Kebudayan, Ziarah Moti Bareng  Kie Raha Offroad Indonesia, Dive Moti Island, Bersih Pantai dan Senam Sehat, serta konser musik Persaudaraan yang akan dimeriahkan dan dihibur oleh Alan Dharmawan (vokalis), Randy Husain (vokalis).

“Kegiatan  ini akan dilaksanakan di Pulau Moti pada hari Sabtu, 11- 12 Agustus 2023 sejak pukul 20,00 WIT hingga selesai," pungkas Dian alumnus Fakultas Teknik Unkhair Ternate.

Tentang Pulau Moti

Secara administrasi, Pulau Moti merupakan sebuah kecamatan yang cakupan wilayahnya hanya terbatas pada Pulau Moti, terdiri atas enam kelurahan yang tersebar mengelilingi pulau dengan luas wilayah sekitar 16 kilometer persegi. Keadaan alamnya yang terdiri dari pinggiran pantai dengan dataran berbukit dan bergunung. Ketinggian puncak gunung Moti yang dikenal dengan nama Tuanane mencapai sekitar 650 meter di atas permukaan laut.  

Secara alamiah Pulau Moti yang dikelilingi mangrove membuat pulau ini terlindungi dari kemungkinan adanya badai ombak yang sewaktu-waktu akan terjadi, terutama pada musim barat, yaitu pada bulan Desember dan Januari. Pada musim ini,  ketinggian gelombang laut bisa mencapai sekitar tiga atau empat meter. Kenyataan ini membuat Pulau Moti menyimpan berbagai potensi ekonomi kelautan cukup besar yang apabila dikelola secara baik dan profesional akan sangat berdampak signifikan bagi pembangunan daerah dan masyarakat tempatan guna meningkatkan kesejahteraannya.

Untuk kelancaran transportasi laut yang menghubungkan Pulau Moti dengan pulau-pulau lainnya di Maluku Utara, maka telah tersedia berbagai armada speed boad untuk membuka jalur transportasi laut dengan melayani rute dari pelabuhan di Kelurahan Moti Kota menuju pelabuhan Bastiong Ternate, rute pergi dan pulang setiap harinya yaitu pada jam 08.00 pagi, dan sebaliknya dari Pelabuhan Bastiong Ternate menuju pelabuhan Kota Moti setiap hari pada jam 06.00 pagi. Rute perjalanan dari pelabuhan Kota Moti menuju pelabuhan Makian rute pergi dan pulang setiap hari jam 08.00 pagi setelah perjalanan dari pelabuhan Bastiong Ternate. 

Bahkan saat ini telah beroperasi kapal Feri dengan rute Bastiong Ternate ke pulau Moti sehingga kelancaran arus tarasportasi laut di Pulau Moti yang dapat menghubungkan pulau ini dengan pulau-pulau lain disekitarnya, akan memudahkan masyarakatnya dalam memasarkan hasil-hasil bumi berupa Cengkeh, Pala, dan Kopra, terutama untuk tujuan ke Pulau Ternate. Demikian halnya dengan hasil-hasil laut, penduduk di Pulau Moti, terutama warga di Kelurahan Tafamutu dalam setiap hari mereka dapat memasarkan hasil tangkapan ikan ke Kota Tidore dan Kota Ternate. 

Aktivitas seperti ini menunjukkan bahwa mereka telah berupaya maksimal untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi mereka agar sejajar dengan warga masyarakat di pulau lain termasuk melalui penggunaan berbagai platform digital yang telah digunakan oleh masyarakat tempatan.

Berbagai produk dipasarkan melalui media sosial selain secara konfensional yang dilakukan oleh para pedagang ke pasar-pasar tradisional. Tidak hanya produk olahan konsumsi kebutuhan pokok yang diperoleh dari potensi alam seperti minyak kelapa dan lainnya, namun juga promosi pariwisata serta berbagai gelaran event yang publikasikan melalui media sosial termasuk Facebook dan lainnya yang begitu ramai beberapa tahun terakhir hingga saat ini dimana event kampanye Talkshow Makin Cakap Digital akan digelar di pulau ini, sebuah pulau yang meninggalkan jejak sejarah kejayaan di kepulauan rempah.  

Fenomana ini tentunya menjadi magnet tersendiri bagi para konten kreator maupun pengguna internet pada umumnya yang gemar berbagi cerita dan peristiwa di berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan lain-lain. 

Di era transformasi digital seperti saat ini berbagai peluang begitu terbuka lebar bagi umat manusia untuk melakukan berbagai hal kreatif dan inovatif untuk meningkatkan pendapatan atau penghasilan. Seiring dengan berbagai peluang yang menggiurkan tersebut terkadang memberi peluang besar bagi para pengguna internet aktif atau media sosial menjadi terpapar sebagai korban atau sebaliknya ikut-ikutan sebagai pelaku penyebar berita hoax, belum cakap sekaligus belum mampuh menjaga keamanan digital dan lain sebagainya.(red)


Reporter: Tim
Editor: Fauzan Azzam

BERITA TERKAIT