Home / Pariwisata / Event
04 Juli 2019

Disperindag Ternate Promosikan Sirup Pala Pada Ajang Indonesia City Expo 2019 Di Semarang

Nuryadin : Harus Ada Kerjasama Investasi Pada Setiap Gelaran Indonesia City Expo

Stand Pemkot Ternate pada ajang Indonesia City Expo 2019 di Semarang

SEMARANG, OT - Dinas Perundustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, ikut mempromosikan sejumlah produk lokal pada ajang Indonesia City Expo 2019 di Kota Semarang.

Selain sirup pala, Disperindag melalui IKM/UKM binaan Dekranasda Ternate, juga mempromosikan berbagai kerajinan tangan dan produk kuliner atau panganan khas Maluku Utara.

Kepala Disperindag Kota Ternate, Nuryadin Rahman saat dikonfirmasi indotimur.com, Kamis (4/7/2019) di stand Ternate, menjelaskan,  Kota Ternate melalui Disperindag dan Dinas Pariwisata ikut berpartisipasi pada ajang Indonesia City Expo 2019 di Semarang.

Menurutnya, ajang ini merupakan momentum untuk mempromosikan potensi Kota Ternate, sebab dihadiri oleh 98 delegasi Pemerintah Kota (Pemkot) se-Indonesia, "yang kita promosikan itu, adalah produk-produk dari IKM/UKM dibawah naungan Dekranasda, kita tawarkan sirup pala, minyak cengkeh, kemudian abon ikan, manisan pala dan produk-produk kerajinan tangan," terang Nuryadin.

Dia mengaku, aetiap tahun tingkat penjualan produk khas Ternate pada saat ajang Apeksi terus menunjukan trend peningkatan, "kita setiap tahun selalu ikut Apeksi, jika kita lihat, memang ada  peningkatan dari sisi penjualan dan promosi," tandas Nuryadin.

Meski tingkat promosi dan penjualan terus meningkat, dia berharap ada sebuah langkah kongkrit dalam upaya pemasaran produk-produk lokal yang ditawarkan saat pelaksanaan Indonesia City Expo, "harus ada tindaklanjut dari Indonesia City Expo, harus ada kerjasama investasi jangka panjang ini harus menjadi isu sentral pada pelaksanaan Rakornas Apeksi kedepan," kata Nuryadin.

Mantan Kabag Umum itu menjelaskan, harusnya ada forum investasi tersendiri yang melibatkan investor, "jadi misalnya pada Undonesia City Expo tahun ini diselenggarakan di Semarang, semua investor harus diundang, dilibatkan, sehingga jika ada invesror yang tertarik, bisa langsung bekerjasama, apalagi kita memiliki keuanggulan sebagai daerah penghasil rempah," tukasnya seraya menyebut, jangan sampai Indonesia City Expo hanya sebatas ceremony dan pameran sesaat.

Nuryadin berharap, kedepan, ada kerjasama investasi pasca Indonesia City Expo untuk mengembangkan UKM/IKM peserta Apeksi. (thy)


Reporter: Ibenk