Home / Indomalut / Sofifi
24 September 2018

Wagub Buka Pelatihan JIPTUPASNA Malut

Wagub bersama peserta pelatihan

SOFIFI ,OT- Wakil gubernur Maluku Utara, M Natsir Thaib, Senin (24/9/2018) pagi tadi, membuka kegiatan pembentukan  dan pelatihan tim kajian kebutuhan pasca bencana (JIPTUPASNA) yang dipusatkan di penginapan Yusmar desa Balbar, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.

Wakil gubernur Malut, M Natsir Thaib dalam sambutannya menyampaikan, pembentukan dan pelatihan tim kerja kebutuhan pasca bencana Pemprov Malut, yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kerjasama dengan program TATTs Mercy Coros Indonesia.

Selanjutnya, Indonesia  sebagai Negera yang memiliki potensi paling lengkap, hampir semua bencana yang melanda suatu negara pernah terjadi atau potensi untuk terjadi di Indonesia, sehingga tidak mengherankan jika negara disebut sebagai negara "Laboratorium" bencana. Baik bencana disebabkan alam maupun ulah manusia.

Kata dia, menurut kajian resiko bencana, saat ini Maluku Utara, dikelilingi 11 Jenis ancaman bencana dari total 14 jenis ancaman bencana di Indonesia. Secara Otomatis   daerah juga termasuk dalam daerah rawan bencana

Oleh karena itu, lanjut dia, pelaksanaan penanggulangan bencana yang menyeluruh, terpadu dan bersinergi, menjadi mutlak untuk dilakukan agar dapat memberi perlindungan dan pelayanan penanggulangan bencana bagi masyarakat.

"Melalui pelatihan sumberdaya aparatur, penanggulangan bencana melalui pelatihan seperti para pihak yang terlibat dalam penanggulangan, bencana pada saat pasca bencana perlu dilakukan," ungkap wagub dalam sambutannya, Senin (24/9/2018)

"Saya ingin mengingatkan pada kita semua, bahwa partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana merupakan hal dalam membangun ketangguhan bangsa," ujarnya

Dijelaskan, sebagaimana diamanatkan dalam uu nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana beserta turunannya, bahwa Penyelenggara penanggulangan bencana pada tahap pasca bencana meliputi, rehabilitasi dan rekonstruksi untuk mempercepat pemulihan masyarakat pada wilayah Asia bencana yang didasarkan analisis kerusakan dan kerugian pecsa bencanamun.

"Saya sangat berharap para peserta agar mengikuti kegiatan dengan serius dan cermat, sehingga dapat terbentuk TIM JIPTUPASNA di Malut, yang handal dan berkualitas nantinya dapat melaksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dalam menghitung kerusakan dan kerugian pasca bencana,"katanya.(al)


Reporter: Alfajri A. Rahman