14 September 2017

Jembatan Penghubung Dua Desa di Sekadau Memprihatinkan

Jembatan penghubung antara Dusun Roca, Desa Boti menuju Desa Nanga Menterap, kondisinya kini rusak

SEKADAU, OT -Jembatan penghubung antara dusun Roca Desa Boti dan Desa  Nanga Manterap kabupaten Sekadau Kalimantan Barat, kondisinya kini sangat memperihatinkan. Pasalnya jembatan tersebut telah termakan usia.


Masyarakat setempat berharap adanya perbaikan terhadap kondisi jembatan tersebut. Apalagi, banyak masyarakat yang melintasi jembatan menuju ke ibukota kabupaten Sekadau.


Kepala Desa Boti, Yohanes Sudarsono menuturkan, bila jembatan ini tidak segera di perhatikan oleh pemerintah, maka dipastikan berimbas pada proses belajar mengajar sekolah, karema jembatan ini merupakan akses satu-satunya bagi anak sekolah dan tenaga pengajar berasal dari luar dusun Roca, Desa Boti.


“Setiap berangkat mengajar, mereka selalu mengeluhkan kondisi jembatan itu. Kondisinya yang rusak rawan untuk dilewati. sudah semestinya jembatan ini diperbaiki. hanya saja pihaknya sulit mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jembatan tersebut karena letaknya berada di antara dua desa, yakni Desa Boti dan Nanga Menterap.


Menurutnya, perlu ada kajian khusus antara Pemkab Sekadau dengan dua desa, supaya ada kepastian dalam pengalokasian anggaran perbaikan, sehingga tidak terjadi temuan.


Untuk itu, pihaknya berharap adanya perhatian terhadap kondisi tersebut. Apalagi,  bila kondisi jembatan itu terus dibiarkannantinya semakin membahayakan masyarakat yang melintas. “Kondisinya semakin rawan. Kami harap pemerintah segera mengambil tindakan, setidaknya direnovasi,” harapnya.


Sementara itu, M Ramsyah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau menuturkan, pihaknya akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi jembatan.


"Dari hasil pengecekan itu nantinya akan diambil langkah selanjutnya. Tapi, Kami akan cek ke lapangan terlebih dahulu,” singkatnya.  (Ya)
(red)


Reporter: Yahya Iskandar