Home / Indomalut / Ternate

Pengembangan Pelabuhan di Wilayah Terluar Ternate Mulai Direncanakan, Target Pengerjaan 2027

25 September 2026
FGD KSOP tentang Rencana Kerja Pengembangan Infrastruktur di tiga Pelabuhan Stategis di wilayah Kota Ternate (Batang Dua dan Moti)

TERNATE, OT - Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate terus mematangkan langkah untuk memperkuat konektivitas di wilayah terluar Kota Ternate, Maluku Utara.

Untuk memaksimalkan rencana tersebut, pada Kamis (24/9/2026), KSOP Ternate menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna menyusun rencana kerja pengembangan infrastruktur di tiga pelabuhan strategis di wilayah Kota Ternate.

Tiga lokasi pelabuhan yang menjadi target pembenahan dalam studi ini meliputi, Pelabuhan Mayau dan Tifure di Kecamatan Pulau Batang Dua) serta satu pelabuhan di Kecamatan Pulau Moti.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala KSOP Kelas II Ternate, Sugandi, menjelaskan, FGD ini membahas penyusunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP), Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), dan Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) untuk Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, pengerjaan fisik pengembangan pelabuhan ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

"Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Daerah berkomitmen memenuhi tuntutan masyarakat terkait peningkatan sarana transportasi laut. Harapan warga di pulau terluar agar fasilitas pelabuhan lebih memadai sangat besar," ujar Sugandi yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Ternate.

Selama ini, lanjut dia, akses transportasi menuju kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Pulau Mayau, Tifure, dan Moti masih terbatas pada layanan kapal perintis dan armada penyeberangan feri.

Kondisi dermaga serta fasilitas pendukung yang ada saat ini dinilai belum optimal untuk menampung armada berkapasitas lebih besar atau kapal-kapal konvensional yang berukutan lebih besar untuk bersandar secara aman.

Selain itu, pengembangan pelabuhan di Batang Dua dan Moti dijarapkan dapat mempermudah mobilitas warga. "Termasuk juga mempercepat atau memperlancar arus pengiriman barang dan bahan pokok dari dan menuju wilayah terluar Ternate," terangnya.

Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya membuka keterisolasian wilayah, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian lokal masyarakat di pulau-pulau terluar Maluku Utara.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT