Home / Indomalut / Ternate
26 Mei 2019

Lapak PKL Di Jalan Revolusi Dibongkar Paksa Oleh APPSI

Pedagang Yang Berada Di Area Jalan Revolusi Suda Membongkar Tenda Mereka Saat Di Bubarkan Oleh Petugas APPSI (foto_Randy)

TERNATE, OT - Sejumlah lapak pedagang musiman atau Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menempati sepanjang jalan Pahlawan Revolusi Kelurahan Gamalama Kecamatan Ternate Tengah, Minggu (26/5/2019) dinihari tadi,  ditertibkan oleh petugas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kota Ternate.

Hal ini dilakukan berdasarkan hasil.rapat dan instruksi Wali Kota Ternate, nomor : 005/165/2019 yang ditandatangani oleh Asisten II Bidang Pengembangan Ekonomi Setda Kota Ternate.

Informasi yang dihimpun indotimur.com di lapangan menyebutkan, penertiban terhadap sejumlah pedagang yang berada di area jalan Pahlawan Revolusi hingga memasuk kawasan terminal, mulai dibongkar oleh petugas APPSI sekitar pukul 02.20 WIT dinihari tadi.

Ketua APPSI Kota Ternate, Sarman Saroden kepada indotimur.com mengatakan, berdasarkan komitmen rapat terbatas, setiap pedagang, dilarang berjualan di sepanjang jalan Pahlawan Revolusi hingga kawasan benteng Oranje.

Sarman mengaku, secara teknis APPSi tidak bisa masuk pada ranah pedagang yang berada di atas trotoar jalan Pahlawan Revolusi, sebab para pedagang di kawasan tersebut, merupakan pedagang ilegal dan tidak terdaftar di APPSI, "sehingga itu harus dibongkar karena sudah sesuai komitmen hasil rapat oleh seluruh Dinas terkait yang ikut pada rapat," kata Sarman.

Selaku ketua APPSI, Sarman meminta Disperindag, Satpol PP dan Dishub bisa bekerjasama dalam mengamankan instruksi dan menyepakati rapat bersama beberapa waltu lalu.

Dia juga mengaku, surat pemberitahuan dari APPSI ke Wali Kota terkait pembongkaran pedagang di jalan Pahlawan Revolusi dan area terminal sudah disampaikan.

"Apabila ada lagi yang melakukan aktifitas jual beli di area jalan Pahlawan Revolusi dan terminal, maka ada indikasi suap tentu ada oknum yang senggaja memberikan ruang atau akses pada pedagang untuk berjualan," kata Sarman seraya meminta semua pihak tidak menjadikan puasa ini sebagai "proyek Ramadhan"(red)


Reporter: Randy Basri