Home / Indomalut / Ternate
22 September 2020

50 Orang Motoris dan Nelayan di Kota Ternate Ikut Pelatihan SKK 60 Mil

Foto bersama usai pelatihan (foto_humas KSOP Ternate)

TERNATE,  OT  - Sebanyak 50 orang motoris yang tersebara dibeberapa pelabuhan yang ada di Kota Ternate menjalani pelatihan Diklat Surat Kecakapan Kepelautan (SKK) 60 mil yang dilaksanakan oleh Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate.

Kapala KSOP kelas II Ternate, Affan Tabona mengatakan untuk kegiatan tersebut dibuka atau diperuntukkan bagi semua nelayan dan motoris yang ada di Kota Ternate yang akan berlangsung dua hari.

Kata dia, untuk hari pertama Senin 21 September kemarin rata-rata diikuti oleh peserta nelayan dan motoris sebanyak 30 orang dan untuk hari ini hanya tercatat 20 orang yang mengikuti pelatihan.

"Kegiatan ini direncanakan hingga beberapa hari kedepan tergantung dari peminat yang datang mengikuti pelatihan karena blangko yang sudah disiapkan sebanyak 200 blangko pendaftaran," ujar Affan kepada indotimur.com Selasa (22/9/2020).

Affan juga menyebut, untuk pelatihan Diklat SKK 60 mil ini dari biaya awal pendaftaran Rp.300.000 tapi karena bertepatan dengan ulang tahun Hari Perhubungan Nasional maka diturunkan hingga Rp 50.000.

"Kami hanya memberikan biaya pendaftaran hanya Rp.50.000 kepada nelayan maupun motoris untuk mengikuti pelatihan ini," katanya.

Oleh karena itu, dengan biaya pendaftaran yang terbilang murah itu, Affan berharap, para nelayan dan motoris yang ada di Kota Ternate bisa mengikuti Diklat.

"Diklat SKK 60 Mil ini dapat mempelajari tentang kewajiban seorang nahkoda, cara mengemudi speedboat, dan juga menyangkut keselamatan. Substansinya adalah menyangkut keselamatan jiwa dilaut, jadi harus ikut pelatihan kepada nelayan dan motoris yang ada di Kota Ternate," ujarnya.

Affan menambahkan, dengan data 50 orang yang sudah mengikuti pelatihan ini, maka mereka akan diberikan sertifikat untuk dipergunakan sebaik-baiknya.

"Kami berharap kepada mereka yang sudah mengikuti pelatihan agar bisa menjadi contoh yang lain untuk bisa mengikuti pelatihan," pungkasnya.(ran)


Reporter: Randy Basri