TERNATE, OT - Usai memimpin rapat High Level Meeting, Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman didampimgi Kepala Perwakilan Bank Indomesia bersama Wakil Wali Kota dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate, melakukan sidak di sejumlah distributor untuk memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) di Kota Ternate.
Sidak ke sejumlah Distributor dan gudang Bulog Ternate, dilakukan setelah dalam rapat tersebut, Wali Kota menerima laporan adanya indikasi kenaikan harga pada sejumlah komoditas bapok.
Sidak dilakukan di beberapa distributor utama di Kota Ternate, di antaranya Bulog, Semarak, dan Firma Agung. Kegiatan ini bertujuan memantau langsung ketersediaan stok serta stabilitas harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya.
Dalam sidak tersebut, Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman didampingi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara Dwi Putra Indrawan, Wakil Wali Kota Nasri Abubakar, Ketua TPID Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nursida Dj Mahmud, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Dalam wawancara bersama sejumlah wartawan, Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di Bulog, harga minyak goreng bersubsidi Minyakita yang disalurkan melalui mitra resmi tidak mengalami kenaikan.
“Minyakita yang dikelola atau dijual Bulog ke mitra tidak mengalami kenaikan harga. Di pasar juga ada tanda mitra, sehingga pengendalian harga tetap dilakukan bersama antara Bulog dan para mitra,” ujar Wali Kota.
Namun, menurut dia, persoalan muncul pada minyak goreng yang tidak dipasok melalui Bulog. Komoditas tersebut dibeli oleh distributor lain dan dijual di pasar dengan harga yang lebih sulit dikendalikan.
Karena itu, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Ternate meminta Satgas Pangan melakukan pengecekan lebih lanjut dalam beberapa hari ke depan, terutama di lokasi yang terindikasi terjadi kenaikan harga.
“Saya minta Satgas Pangan dalam satu sampai dua hari ke depan melakukan pengecekan di beberapa tempat yang terindikasi ada kenaikan harga atau margin harga yang berbeda antara mitra Bulog dan distributor lain,” tegasnya.
Selain persoalan harga minyak goreng, Pemerintah Kota Ternate juga menerima laporan mengenai kendala distribusi barang dari Surabaya yang disebabkan peralatan bongkar muat barang (crane) di Surabaya mengalami kendala teknis.
Hal ini, mempemgaruhi pasokan bapok dari Surabaya ke sejumlah daerah di Indonesia Timur, termasuk di Maluku Utara sejak Desember tahun lalu.
Untuk mengantisipasi keterlambatan akibat gangguan teknis, Pemerintah Kota Ternate berencana menyurati Pelindo Wilayah III untuk meminta perhatian terhadap kelancaran distribusi logistik ke wilayah timur.
“Kami akan menyurati Pelindo Wilayah III agar ada perhatian, minimal pemeliharaan atau langkah antisipasi, sehingga distribusi barang dari Surabaya ke wilayah timur, termasuk Ternate dan Maluku Utara, tidak terganggu setelah lebaran,” ujarnya.
Meski terdapat beberapa catatan terkait ketersediaan dan harga bapok, namun secara umum ketersediaan bahan pokok di Kota Ternate menjelang Idulfitri tetap dalam kondisi aman dan terkendali.

Reporter: Gibran








