TERNATE, OT - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate bersama masyarakat setempat menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan Terminal Gamalama.
Aksi ini merupakan tindaklanjut Instruksi Wali Kota Ternate tentang pelaksanaan kerja bakti dan aksi bersih lingkungan dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026 di Kota Ternate.
Kegiatan diawali dengan apel bersama yang diikuti oleh unsur TNI dan Polri, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Ternate, pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, serta unsur terkait lainnya.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor sekaligus momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan Kota Ternate.
Melalui aksi WCD, masyarakat juga diharapkan semakin sadar akan pentingnya mengurangi sampah, memilah sampah dari sumber, dan tidak membuang sampah sembarangan.
Aksi bersih-bersih tersebut menyasar dua titik utama, yakni area dalam dan seputaran Terminal Gamalama, serta saluran air/kali mati (barangka) yang berada di belakang Rusunawa Terminal.

Kepala DLH Kota Ternate, Muslih Muhammad, menjelaskan, kegiatan ini merupakan tindaklanjut instruksi Wali Kota sekaligus perimgatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di Kota Ternate.
Menurutnya, aksi bersih-bersih lingkungan juga bagian dari program rutin DLH yang dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah Kota Ternate.
"Selain menjaga kebersihan kota, aksi ini juga bagian ikhtiar Pemerintah Kota Ternate saat menghadapi musim penghujan," ujar Muslih, Jumat (25/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Muslih mengapresiasi partisipasi aktif unsur TNI/Polri, OPD, pihak Kecamatan dan Kelirahan serta warga dan berbagai komunitas yang turut terjun langsung membantu gerakan ini.
Dia turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, mengingat masalah sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Guna menekan jumlah timbulan sampah di Ternate, DLH saat ini juga sedang gencar mengampanyekan gerakan memilah sampah langsung dari sumbernya.
"Sekarang kita sedang galakkan gerakan memilah sampah dari rumah, sehingga volume sampah yang sampai ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) semakin berkurang," terang Muslih.
Dia menambahkan, aksi kebersihan seperti ini akan terus digalakkan secara konsisten demi membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Warga juga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mulai membiasakan diri memilah sampah rumah tangga.
(fight)














