Home / Ternate Andalan

Sekda Rizal Pimpin Rapat Tanggap Darurat Penanganan Karhutla di Ternate

07 Oktober 2026
Rapat koordinasi lintas sektor penanganan dampak karhutla Sulamadaha dan TPA Takome

TERNATE, OT - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate bergerak cepat merespons insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kota Ternate pada akhir pekan lalu.

Sejumlah wilayah di Kota Ternate mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Insiden pertama terdeteksi di kawasan Taman Love, Kelurahan Moya, pada Sabtu (3/10/2026) dini hari. Petugas kemudian melakukan penanganan secara bertahap.

Kebakaran kemudian melanda kawasan TPA Buku Deru-Deru di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat pada Minggu (4/10/2026) sore WIT.

Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Walikota Ternate Nomor: 149/III.6/KT/2026 dengan masa penetepan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla mulai tanggal 3 hingga 16 Oktober 2026.

Ketua Posko Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla, Dr Rizal Marsaoly, yang juga menjabat selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate langsung memimpin rapat koordinasi lintas sektor untuk merumuskan skema penanganan dampak bencana yang terjadi sejak akhir pekan lalu.  

Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi teknis terkait, di antaranya Kepala Bappelitbangda, Kepala Pelaksana BPBD, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Satpol PP, Kepala Dinas Komimfo, Camat Ternate Barat, unsur TNI/Polri, pejabat Dinas Perhubungan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

Dalam forum tersebut, Sekda menegaskan pentingnya komitmen dan aksi nyata dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal dan terpadu.

"Kami meminta seluruh pihak untuk berkolaborasi secara masif. Penanganan karhutla dan dampak kebakaran di TPA Buku Deru Deru ini tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan langkah terintegrasi lintas sektor termasuk bersama TNI/Polri dan pihak Balai," ujar Sekda dalam keterangannya.

Rapat evaluasi dan perencanaan ini menghasilkan sejumlah poin penting terkait skema penanganan dampak karhutla dan operasional TPA di Kecamatan Ternate Barat.

Dinas Damkar bersama BPBD dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman titik api di lapangan, didukung pembuatan bak penampung air darurat guna mempermudah akses armada di medan yang sulit.

"Nanti dibantu Polri dalam penanganan kebakaran di TPA, karena pada kedalaman 5 sampai 10 meter itu masih terbakar, jadi nanti akan disemprot menggunakan water canon milik Polres " ujar Sekda.

Dinas Kesehatan juga ditugaskan membuka posko pelayanan kesehatan darurat untuk mengantisipasi gangguan pernapasan (ISPA) bagi warga sekitar dan pemulung akibat paparan asap.

DLH diinstruksilan untuk memantau kualitas udara dan pengelolaan sampah darurat, sementara Dinas Pendidikan memetakan dampak ketersediaan udara bersih terhadap aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terdekat.

Dalam rapat tersebut, Sekda Rizal juga menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk memastikan Penerangan Jalan Umum (PJU) di wilayah-wilayah terdampak berfungsi maksimal.

BPKAD bersama Bappelitbangda siap memfasilitasi skema dukungan anggaran darurat (BTT) guna memastikan pemenuhan kebutuhan operasional pemadaman dan penyaluran bantuan logistik berjalan lancar tanpa hambatan.

Sekda juga meminta Dinas Kominfo untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui platform digital maupun melalui media massa.

Penanganan krbakaran TPA Buku Deru Deru tidak hanya dilakukan oleh Pemkot Ternate namun bersinergi dengan berbagai pihak termaauk TNI/Polri dan instansi lainnya.

Pemerintah Kota Ternate mengimbau masyarakat di wilayah Kecamatan Ternate Barat khususnya di sekitar TPA untuk tetap waspada, mengintegrasikan penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta segera melapor ke posko terdekat jika menemukan potensi titik api baru.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT