TERNATE, OT - Kabar baik bagi warga Kota Ternate. Ke depan, urusan membayar pajak dan retribusi daerah tidak perlu lagi memakan waktu lama dengan mengantre di kantor dinas atau bank. Pemerintah Kota Ternate kini tengah bersiap mengalihkan seluruh sistem pembayaran ke jalur digital atau online.
Langkah besar ini dimatangkan dalam Rapat Koordinasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) yang digelar oleh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kota Ternate, Jumat (19/6), di ruang rapat Kantor Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate.
Rapat strategis tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman. Pertemuan ini juga melibatkan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Bappelitbangda serta pihak Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bahari Berkesan.
Fokus utama dari rapat ETPD ini adalah mempercepat migrasi atau perpindahan sistem pembayaran daerah.
Pemkot Ternate berkomitmen penuh mengubah pola transaksi masyarakat yang selama ini berbasis tunai (manual) menjadi nontunai (online).
Melalui transformasi ini, masyarakat cukup memanfaatkan berbagai aplikasi pembayaran digital yang sudah akrab digunakan sehari-hari di ponsel pintar mereka.
"Kita ingin memberikan kemudahan akses bagi masyarakat. Dengan sistem digital, pembayaran bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Ini bukan lagi sekadar pilihan, tapi kebutuhan untuk efisiensi pelayanan," ujar Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman.
Selain mempermudah warga dalam membayar, digitalisasi ini juga menyasar pembenahan internal pemerintah. Salah satu tantangan terbesar adalah menyatukan data keuangan yang tersebar di berbagai dinas.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkot Ternate akan melakukan sinkronisasi data pajak dan retribusi secara terpadu melalui aplikasi khusus bernama Ternate i-PAD (Informasi Pendapatan Asli Daerah).
Aplikasi Ternate i-PAD ini nantinya berfungsi sebagai pusat data digital untuk mencegah kebocoran anggaran, meningkatkan transparansi sehingga keuangan daerah menjadi lebih terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain itu, aplikasi ini juga berfungsi untuk mengintegrasikan data seluruh OPD pengelola pendapatan dalam satu sistem.
Sebagai mitra perbankan daerah, pihak BPRS Bahari Berkesan menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung infrastruktur teknologi ini agar sistem pembayaran digital dapat berjalan dengan aman, cepat, dan lancar.
Melalui penguatan peran TP2DD dan hadirnya aplikasi Ternate i-PAD, Pemkot Ternate optimistis target pendapatan daerah dapat melonjak naik. Di sisi lain, masyarakat juga diuntungkan dengan layanan publik yang jauh lebih praktis, bersih, dan bebas ribet.
(fight)










