Home / Indomalut / Haltim

Meriah, Lomba Memancing Tradisional Jadi Magnet Festival Buli Asal ke-140

Ibu-Ibu Tampil Gemilang, Sabet Dua Juara Teratas Lomba Memancing Tradisional
19 Juni 2026
Lomba memancing tradisional yang digelar di perairan Teluk Buli (istimewa)

‎HALTIM, OT – Lomba memancing tradisional yang digelar di perairan Teluk Buli, tepatnya di kawasan Muara Sungai Kukuba, menjadi salah satu agenda yang paling menyedot perhatian dalam rangkaian Festival Budaya Buli Asal ke-140.

‎Kegiatan yang sarat nilai budaya tersebut berlangsung meriah dengan diikuti peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Sejak pagi hari, para pemancing telah memadati lokasi perlombaan untuk beradu keterampilan menangkap ikan di perairan Teluk Buli yang dikenal kaya akan sumber daya laut.

‎Menariknya, dominasi peserta perempuan mewarnai hasil akhir perlombaan. Juara pertama berhasil diraih oleh Selfidera Bluku, disusul Herlina Wararag di posisi kedua. Sementara posisi ketiga ditempati Elias Wararag.

‎Keberhasilan dua perempuan menduduki posisi teratas menjadi bukti bahwa kemampuan memancing tidak hanya dimiliki kaum pria, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat pesisir tanpa memandang gender.

‎Selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini juga memperlihatkan melimpahnya potensi perikanan di Teluk Buli. Berbagai jenis ikan konsumsi berhasil ditangkap peserta dengan ukuran yang cukup baik, mencerminkan kondisi sumber daya laut yang masih produktif dan menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat.

‎Ketua Panitia Festival Budaya Buli Asal ke-140 mengatakan, lomba memancing tradisional merupakan bagian dari upaya menjaga dan melestarikan tradisi maritim yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Buli selama bertahun-tahun.

"Lomba memancing ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi maritim masyarakat Buli sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga. Keterlibatan aktif masyarakat, termasuk kelompok ibu-ibu, menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dan semangat gotong royong masih terpelihara dengan baik," ujarnya.

‎Lebih jauh, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan sumber daya laut agar dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan.

‎Pada penutupan festival, Manager External Relations & CSR PT Feni Haltim, Subarwan Sakoy, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa, tokoh adat, panitia, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan Festival Budaya Buli Asal ke-140.

‎Menurutnya, festival tersebut bukan hanya menjadi momentum mengenang sejarah panjang masyarakat Buli, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat identitas budaya sekaligus memperkenalkan potensi maritim dan wisata bahari Teluk Buli kepada masyarakat yang lebih luas.

‎"Festival Budaya Buli Asal bukan hanya menjadi ruang perayaan identitas budaya masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan tradisi, serta memperkenalkan potensi maritim dan wisata bahari yang dimiliki Teluk Buli kepada masyarakat yang lebih luas," kata Subarwan.

‎Melalui lomba memancing tradisional dan berbagai kegiatan budaya lainnya, Festival Budaya Buli Asal ke-140 kembali menegaskan eratnya hubungan antara budaya, laut, dan kehidupan masyarakat pesisir Teluk Buli. Festival ini juga menjadi panggung untuk menampilkan kekayaan tradisi serta potensi maritim yang menjadi kebanggaan masyarakat Halmahera Timur.(ier)


Reporter: Irfansyah

BERITA TERKAIT